Showing posts with label Eita. Show all posts
Showing posts with label Eita. Show all posts

Sunday, October 18, 2015

Lunch Queen (2002)


Lunch Queen (2002)












Natsumi (Takeuchi Yuko) sangat suka makanan terutama makan siang. Secara tidak sengaja, dia bertemu dengan Kenichiro (Tsutsumi Shinichi) dan disuruh berpura-pura menjadi tunangannya. Namun karena suatu hal, Kenichiro malah kabur dan meninggalkan Natsumi. Akhirnya Natsumi pun bekerja di restoran keluarga Kenichiro yang bernama "Kitchen Macaroni" sebagai pelayan. Sang ayah, Kenzo (Wakabayashi Go) beserta ketiga saudara laki-laki Kenichiro yaitu Yujiro (Eguchi Yosuke), Junzaburo (Tsumabuki Satoshi) dan Koshiro (Yamashita Tomohisa) dibantu Mamoru (Takubo Issei) dan Minoru (Yamada Takayuki)-lah yang menjalankan restoran yang terkenal dengan menu omurice dengan sajian demiglace sauce-nya yang lezat. Awalnya, Natsumi sama sekali tidak disukai dan dianggap sebagai pengganggu, namun akhirnya secara perlahan setiap orang mulai menerima dan menyukai kehadirannya.
Sempat vakum lama, sampai tiba-tiba aku teringat dengan dorama ini. Sebenarnya teringat sama Tsumabuki Satoshi sih, makanya jadi pengen nonton doramanya yang belum tuntas ku tonton. Wah, lama sekali rasanya aku vakum menonton dorama, nyaris hampir setahun karena kebosanan yang luar biasa. Dan sekarang, perlahan aku mencoba untuk mulai menonton dorama lagi di sela-sela tontonan lainnya. Intensitasnya memang tak seperti dulu yang bisa melahap dua sampai tiga dorama sehari. Sedangkan sekarang untuk menonton satu episode dorama perhari saja sulitnya minta ampun. Oke, cukup curhatnya :-D. Kembali ke dorama yang berjudul Lunch Queen ini, sudah jelas sepanjang dorama ini akan ada sajian makanan-makanan yang kelihatannya enak dan begitu menggoda selera. Sayang, tidak ada resep dan cara penyajian makanan yang dijelaskan dalam dorama ini. Padahal aku pengen tau resep demiglace sauce yang terlihat menggiurkan tersebut. Edit: Ternyata tanpa sengaja ketemu resep demiglace sauce-nya ketika searching disini

Dengan genre food, romance dan comedy, porsi masing-masing genre tersebut terlihat dibagi cukup adil tanpa ada yang dominan satu sama lain. Tapi, ya seperti aku bilang sebelumnya, sayang sekali tidak ada disajikan resep-resep masakan yang dibuat. Ya, karena memang dorama ini tidak fokus hanya ke makanan saja, sih!. Episode-episode awal dorama ini biasa saja, sih menurutku, bahkan aku sempat pending menontonnya, tapi kemudian episode-episode berikutnya malah menarik dan semakin menarik. Bahkan tanpa sadar aku berhasil menamatkan dorama ini. Ceritanya yang cukup menghibur, diselipi komedi yang pas kadarnya dan tentu saja sajian makanan yang senantiasa setia menemani di setiap episodenya tentu saja menjadi kemasan yang menarik dalam dorama ini. Apalagi dorama ini diisi oleh para pemainnya yang (mungkin) kala itu belum semuanya menjadi bintang besar seperti sekarang ini. Namun, bakat-bakat hebat itu memang telah kelihatan. Tsumabuki Satoshi, Yamada Takayuki, Eita (walau hanya mendapat peran kecil), Takeuchi Yuko dan Ito Misaki. Ada juga Yamapi yang aktingnya gitu-gitu aja, nggak ada kemajuan dari dulu #sigh. Tak cuma berakting dengan bagus, para aktor ikemen di dorama ini tentunya menjadi penyegar mata bagi kaum hawa seperti diriku ini @.@. Satoshi is too kawai here!

Ceritanya yang menarik dan heart warming ini memang menjadi daya tarik utama dari dorama  dengan judul asli Lunch no Joou ini. Dorama tentang keluarga seperti ini memang selalu mendapat tempat spesial dihatiku. Suka banget dengan keluarga Nabeshima ini; bagaimana interaksi unik antar anggota keluarga yang kesemuanya laki-laki tersebut. Lalu kehidupan mereka seolah berubah ketika tiba-tiba muncul seorang perempuan dalam keluarga mereka. Dan karena hal tersebutlah maka Natsumi pun bagaikan sosok saudara perempuan, ibu atau istri bagi mereka. Typically family kind of love gitu, deh! Tapi yang agak aku kurang suka adalah begitu gampangnya para karakter lelaki di dorama ini jatuh hati dengan karakter utama wanitanya. Yeah, but it's not a big deal! Aku juga suka dengan konsistensi keluarga Nabeshima ini menjalankan restoran Kitchen Makaroni mereka. Mereka bekerja dengan sepenuh hati, memasak dan menyajikan makanan yang enak dengan harga terjangkau untuk setiap orang yang ingin menikmati makanan di restoran mereka. Bagi mereka yang terpenting adalah melihat kepuasan pelanggan ketika menikmati makanan yang mereka sajikan sekaligus para pelanggannya bisa merasakan pengalaman makan dengan penuh sukacita di restoran mereka. Wow! Rasanya sedikit mustahil menemukan restoran seperti itu di dunia nyata, apalagi di Indonesia.

Selain ceritanya yang menarik, karakter-karakter yang ada dalam dorama ini tak kalah menariknya, terutama karakter Nabeshima bersaudara. Tak ada karakter yang ditampilkan menjadi karakter yang perfect tapi justru hal tersebut malah terlihat real dan tentunya pernah/mungkin kita temui di dunia nyata. Dan semua karakternya menarik dan menyenangkan. Walaupun aku memang paling suka dengan Satoshi tapi bukan berarti karakter Junzaburo yang diperankannya menjadi karakter favoritku, karena memang semua karakter para lelaki di dorama ini aku suka semua. Apalagi Nabeshima bersaudara yang walaupun terkadang cekcok dan berbeda pendapat tapi mereka juga kompak dan harmonis. Sampai ada adegan mereka berkelahi sampai banting-bantingan ala sumo segala, padahal udah dewasa gitu. Eh, adegan kayak gitu sering, loh ada di dorama atau film Jepang. Sepertinya memang habit mereka kali, ya? Dan soal karakter juga, karakter Junzaburo ini bisa dibilang jadi karakter yang paling kasian banget sepanjang dorama ini berlangsung. Apalagi soal kisah cintanya. Nggak fair banget!. Ah, Jun kamu mending juga sama aku aja, deh! ^.^. Kalau aku suka dengan semua karakter lelaki di dorama ini, justru karakter wanitanya terlihat biasa saja buatku. Bahkan Natsumi sebagai karakter utama sometimes looks like annoying for me!. Nggak benci juga, sih tapi biasa aja. Biar pun karakternya digambarkan sebagai tough girl tapi kadang karakternya memang terlihat menyebalkan terutama jika keras kepalanya kumat. Dan sejujurnya, aku mengharapkan aktris lain yang memerankan karakter Natsumi ini ketimbang Takeuchi Yuko.

Satu hal yang paling aku suka dari dorama tentang makanan adalah bahwa terlihat sekali bahwa orang-orang Jepang sangat mencintai makanan dan menghargai makanan. Lihat saja dari cara mereka menyajikan dan menyantap makanan dengan penuh perasaan. Mereka terlihat sangat menikmati makanan. Beda sekali dengan kita, ya? Kebanyakan kita tidak/kurang menghargai makanan. Terkadang makanan sering bersisa dan dibuang begitu saja. Belum lagi ulah oknum-oknum jahat yang mencampur makanan dengan segala bahan terlarang. Ah, sudahlah! Kalau membandingkan hal-hal tersebut hanya membuat sakit hati saja. Pola pikir kebanyakan masyarakat kita memang seperti itu, susah dan mungkin nggak bakal bisa berubah. Oke, just intermezzo!. Ja, kalau mencari heartwarming dorama tentang keluarga dengan racikan komedi yang menampilkan sajian makanan yang enak bin lezat, dorama Lunch Queen ini bisa jadi alternatif tontonan. Dan untung endingnya dibuat kayak gitu, fair enough







***

Details

  • Title: ランチの女王
  • Title (romaji): Lunch no Joou
  • Also known as: The Queen of Lunchtime Cuisine / Lunch Queen
  • Genre: Food, romance, comedy
  • Episodes: 12
  • Viewership ratings: 18.91
  • Broadcast network: Fuji TV
  • Broadcast period: 2002-Jul-01 to 2002-Sep-16
  • Air time: Monday 21:00
  • Theme song: Joy to the World by Three Dog Night
Cast
Episode Title:
  • Ep. 01: An omelette with rice which you love
  • Ep. 02: Now Serving: The New Summer Love Menu!
  • Ep. 03: Cream Corokke... of Tears
  • Ep. 04: Check Out this Chicken & Rice Properly, Ok! (pun on "chikin" and "kichin")
  • Ep. 05: More, please! Puffy rice
  • Ep. 06: Father's Last Children's Lunch (Dad's Last Happy Meal)
  • Ep. 07: A hamburger steak! An old lover!
  • Ep. 08: A cutlet! A dangerous… and sad past
  • Ep. 09: Former he who is in danger and a rival of love
  • Ep. 10: Seriously? A sudden kiss and accelerated love
  • Ep. 11: Proposal to elder brother's wife
  • Ep. 12: The Reason for Lunch on Earth - Big Brother Returns!
  • Ep. 13: Who will be the victor in the
 Awards

***Source: DramaWiki












Wednesday, October 8, 2014

Orange Days (2004)


Orange Days (2004)







Satu tahun delapan bulan yang lalu, ketika aku menonton dorama ini, aku langsung pending begitu selesai menonton episode perdananya. Kebetulan kala itu aku lebih suka genre detektif ketimbang genre lainnya dan agak sukar beradaptasi dengan genre pure romance. Apalagi melihat karakter Sae yang begitu menyebalkan di episode pertama, membuatku tambah malas menontonnya. Tapi anehnya aku sama sekali nggak pengen drop menontonnya. Dan akhirnya setelah jeda yang sangat panjang ini, aku mencoba untuk menonton dorama ini lagi. Dan ini karena faktor Tsumabuki Satoshi-lah (gara-gara melihatnya sangat keren di Wakamonotachi) yang membuatku ingin melanjutkan dorama ini lagi.

Kai Yuuki (Satoshi Tsumabuki) yang mengambil jurusan psikologi kesejahteraan sosial sedang memasuki masa akhir kuliah dan sibuk mencari pekerjaan. Kai berteman akrab dengan Aida Shohei (Narimiya Hiroki), playboy kelas teri yang bekerja part time sebagai asisten fotografer dan Yashima Keita (Eita), yang selalu kurang beruntung dalam soal percintaan. Suatu hari, Kai bertemu dengan seorang gadis cantik yang sedang bermain biola di kampus. Gadis yang bernama Hagio Sae (Shibasaki Kou) tersebut lalu menatapnya dengan tajam dan kemudian mengulurkan tangannya pada Kai, meminta bayaran karena Kai telah mendengarnya bermain biola. Kai lalu memberinya sebuah jeruk yang didapatnya tadi pagi pada gadis tersebut.

Ternyata Sae seorang tuna rungu dan berkomunikasi melalui bahasa isyarat. Sae kehilangan pendengarannya empat tahun lalu dan sejak itu dia menutup diri pada siapa pun. Kai lalu bertemu dengan Sae lagi ketika dia menggantikan Keita yang seharusnya menjadi pasangan kencan buta Sae. Sejak pertemuan itulah, Kai dan Sae menjadi dekat. Bahkan Shohei, Keita dan Akane (Shiraishi Miho), teman dekat Sae pun menjalin keakraban bersama. Mereka lalu membentuk Orange Society dan memiliki sebuah diary bersama yang diberi nama Orange no Kai.

Tsumabuki Satoshi kakkoi banget disini #kyaaa.. Emang, sih dari dulu juga dia udah ganteng (Kayak waktu di KCE dan IWGP aja udah mencuri perhatian), tapi entah kenapa di dorama ini dia terlihat super duper charming. Dan aku juga suka dengan karakternya disini. Padahal biasanya aku kurang suka dengan karakter yang terlalu baik tapi entah kenapa ini malah suka dengan karakter Kai. Walaupun baik, tapi karakter baiknya masih masuk akal; kadang juga sebal dan marah. Ya, karakter yang ada di dorama ini memang terlihat wajar semua, nggak ada yang benar-benar baik atau jahat. Seperti Sae yang karakternya aku kurang suka di episode awal (dan menjadi salah satu alasan aku dulu malas melanjutkan menonton dorama ini), di episode lainnya malah aku suka. Sifatnya yang jutek, keras kepala, egois dan childish itu akibat masa lalunya juga sehingga kita akhirnya akan maklum. Itulah mengapa kadang dia bisa sangat menyebalkan tapi juga kadang teramat baik. Kai aja sampe sebel juga kadang liatnya (Nah loh.. benar kan karakter Kai itu masih wajar baiknya dan tentu aja bisa sebel dan marah juga). Dan aku juga kadang jadi ikutan sebel liat si Sae ini, hahaha.. Tapi memang seperti itulah kita, nggak mungkin baik terus atau jahat terus kan? Kalo di shitnetron, sih mungkin!

Karakter-karakter lainnya pun kadang juga bisa menyebalkan dan tak jarang malah menyenangkan. Shohei, yang biar pun jadi playboy kelas teri tapi juga punya sisi lain yang manis dan sayang pada adiknya, Ayumi (Ueno Juri). Lalu Akane yang baik dan selalu mensupport yang lain ternyata bisa juga merasa cemburu pada Sae. Keita yang kelihatan belum dewasa ternyata justru sangat berbesar hati. Ngomong-ngomong soal Keita, karakter seperti Keita ini pasti selalu ada dalam sebuah dorama/film bertema persahabatan. I mean, karakternya menjadi penghibur dan pasti selalu nggak beruntung dalam soal asmara. Tapi kalo nggak ada karakter seperti Keita ini justru malah terasa hambar ceritanya. Dan Eita memang cocok banget sebagai Keita. Nggak akan nyangka kalo si culun ini, 10 tahun kemudian bisa berperan jadi apa saja. Mungkinkah Hamasaki Mitsuo adalah akibat dari yang terjadi pada seorang Keita ketika masih muda? :)

Dan aku setuju banget kalo dorama ini dapat predikat Best Cast karena memang semua bermain dengan sangat baik dan pas dengan karakter yang mereka mainkan. Shibasaki Kou teruji aktingnya disini sebagai seorang gadis tuna rungu dan dia sukses memerankannya dengan sangat baik. Kalo aku nggak sebel liat karakter Sae, berarti dia gagal memerankan karakter tersebut. Okelah, sifat menyebalkan Sae tersebut akhirnya memang bisa ku maklumi, tapi ada satu hal yang aku benar-benar nggak suka dengan karakternya yaitu merokok. Keliatan jelek banget kayaknya kalo cewek merokok, in my opinion. Dan hal tersebut agak-agak menggangguku sebenarnya. Tsumabuki Satoshi juga tak kalah keren aktingnya (walaupun kebanyakan aku malah melototi tampangnya terus, hihihi..). Karakternya yang baik itu memang cocok banget sama wajahnya (loh?). Dan chemistry-nya dengan Kou superb abis. Senang kalo liat mereka berdua berbicara pake bahasa isyarat.

Narimiya Hiroki juga sukses memerankan karakter Shohei dengan sempurna. Cuma sedihnya, setelah itu kebanyakan dia dapat peran yang sejenis juga. Shiraishi Miho juga bagus aktingnya, tapi sekarang dia udah jarang banget main dorama, paling banter pun cuma jadi figuran doank. Sepertinya karena dapat peran yang sejenis juga jadinya kemampuan aktingnya nggak meningkat. Aku suka banget kalo udah scene dimana Shohei dan Akane bersama, terutama kalo udah sindir-sindiran, hahaha... Lalu Eita yang aktingnya juga oke punya, terutama kalo harus menampilkan tampang lugu dan kocak. Konishi Manami keren banget aktingnya di sini. Dan aku suka karakternya yang dewasa. Malah aku kasian juga sama karakter yang diperankannya; Takagi Maho, yang tersisihkan sejak kehadiran Sae. Ada juga si ganteng Kassy yang berperan sebagai Sano. Aktingnya sih so-so-lah karena perannya juga dikit. Tapi aku suka karakternya yang gentle. Tak ketinggalan Ueno Juri yang aktingnya udah keliatan bagus biarpun peran yang didapatkan nggak banyak. Oh, ya jangan lupakan akting keren dari tante Fubuki Jun yang berperan sebagai ibunya Sae.

Ya, ini adalah dorama bertabur bintang. Mungkin kala itu sebagian pemainnya belum menjadi bintang terkenal seperti sekarang, tapi sungguh menyenangkan melihat mereka bermain bersama di sini. Bahkan Jurippe saja cuma dapat peran yang kecil. Dan kayaknya ini kerjasama Jurippe dan Eita bareng untuk pertama kali. Tapi di sini mereka nggak pernah dipertemukan dalam satu frame. Padahal aku ngarepnya mereka dipasangkan jadi sepasang kekasih. Seingatku, sih mereka belum pernah jadi pasangan kekasih dalam dorama/film yang mereka bintangi bersama.

Bukan hanya karakter-karakternya saja yang memorable, tapi juga ceritanya yang bagus. Persahabatan, cinta, pekerjaan, masa depan menjadi tema yang diusung dalam dorama ini. Berhubung genrenya romance, memang kadar percintaannya sedikit lebih banyak dari hal lainnya. Walau begitu percintaannya pun bukan harus menggombal dengan kata 'I love You' dan sejenisnya. Aku yang kadang kurang bisa berkompromi dengan genre romance saja bisa takluk menonton dorama ini. Tapi yang paling membekas tentu saja friendship yang diusung dorama ini. Sedikit menyesal kenapa dulu nggak bikin diary bersama juga sewaktu kuliah. Ah, jadi kangen teman-teman kuliah gara-gara nonton dorama ini.

Akhirnya, aku cuma mau bilang kalo dorama ini keren dan harus ditonton! Buat yang susah nonton dorama romance kayak aku, mending cari mood yang tepat dulu daripada nggak dapat feelnya entar. Lumayan, gara-gara nonton dorama ini jadi tau sedikit-sedikit bahasa isyarat, hehehe..




***
Details
  • Title: オレンジデイズ
  • Title (English): Orange Days
  • Genre: Romance
  • Episodes: 11
  • Viewership ratings: 17.2%
  • Broadcast network: TBS
  • Broadcast period: 2004-Apr-11 to 2004-Jun-20
  • Air time: Sunday 21:00
  • Theme songs:
    • Ending song: Sign by Mr.Children
    • Insert song: Shanghai Honey by Orange Range
Cast

 Episode Titles:

  • Ep. 01: The Madonna Who Lost Her Voice
  • Ep. 02: The Beginning of Love
  • Ep. 03: Your Tears
  • Ep. 04: My Broken Heart
  • Ep. 05: An Evening of Secrets
  • Ep. 06: Her Love
  • Ep. 07: I Love You
  • Ep. 08: The Couple That is Bound Together
  • Ep. 09: A Sad Fate
  • Ep. 10: You Are Not Here  
  • Ep. 11: Your Voice
Awards

 ***Source: Dramawiki







Monday, September 29, 2014

Wakamonotachi (2014)


Wakamonotachi (2014)







Oke, pertama liat castnya langsung wow! Gimana nggak, castnya, tuh para aktor dan aktris ngetop yang emang ku suka (except NagaMasa); Eita, Tsumabuki Satoshi, Aoi Yui, dan Mitsushima Hikari. Walaupun begitu, aku nggak mau terlalu berekspektasi tinggi, takut kecewa nanti dengan ceritanya. Ya, samalah dengan kasus Mozu season lalu. Walau pun begitu, aku pasti akan menonton dorama ini karena suatu hal yang langka bisa melihat Satoshi dan Aoi Yu main dorama lagi. Satoshi sendiri mau main di sini karena dorama ini merupakan dorama khusus dalam menyambut ulang tahun Fuji TV ke-55.

Ceritanya sendiri mengenai kehidupan lima bersaudara yang tinggal satu atap di rumah kecil mereka. Orang tua mereka telah meninggal. Oleh karena itu, Asahi (Tsumabuki Satoshi) sebagai anak tertua menjadi tulang punggung keluarga dibantu oleh adik perempuannya, Hikari (Mitsushima Hikari)  yang seorang perawat. Sedangkan Haru (Emoto Tasuku) lebih senang bermain teater dan Tadashi (Nomura Shuhei), si bungsu masih sekolah. Anak kedua, Satoru (Eita) baru saja bergabung kembali dengan mereka setelah keluar dari penjara karena suatu insiden di masa lalu. Kelima bersaudara ini selalu berargumen, berantem, dan kadang-kadang sampai berkelahi setiap harinya. Mereka pun tentu saja memiliki masalah mereka masing-masing. Namun, mereka harus menjalani hari-hari mereka dalam berbagai kondisi dan situasi apapun dan harus segera memecahkan masalah mereka masing-masing serta menjalani hidup sebagai pemuda di saat sekarang ini.

Tiap episodenya biasanya diceritakan tentang satu karakter dari kelima saudara tersebut beserta permasalahan yang dihadapinya. Dan rata-rata permasalahan tersebut tuntas saat itu juga sehingga episode berikutnya akan diceritakan tentang permasalahan lainnya walaupun karakternya itu lagi. Ya, porsi karakternya memang terasa kurang adil karena lebih banyak menceritakan tentang si sulung Asahi dibanding adik-adiknya. Episode pertama jelas menceritakan tentang Asahi dan masalahnya dengan seorang pacarnya, Asuza (Aoi Yu). Asahi sendiri orangnya konservatif, keras kepala dan sering membuat jengkel adik-adiknya dengan mengeluarkan kata-kata favoritnya;  "Aku yang bikin kalian jadi seperti ini (I am the one who had brought you all up)". Perpaduan yang pas dengan karakter Asuza yang kontras; tenang dan dewasa.

Episode perdananya cukup lumayan walaupun ada scene yang sumpah bikin aku ngantuk abis yaitu scene ketika Asahi naik ke ring tinju; durasinya terlalu lamaaaaaa.. Tapi aku suka banget scene  dimana Asahi curhat ke adik-adiknya tentang perasaannya sebagai anak sulung (I know how you feel!). Scene tersebut sukses bikin banjir air mata #terharu. Dan episode 9 menurutku yang paling konyol. Demi merebut 'sesuatu' yang membahayakan hidup orang lain, Asahi dan Satoru rela melakukan hal konyol. Mana yang dibela karakter yang diperankan oleh Nagasawa lagi #ough!. Satu hal yang awalnya membuatku agak malas untuk menonton dorama ini kan lantaran ada Nagasawa Masami di sini. Tau sendiri, kan aku agak anti sama aktris satu ini karena her acting's suck!! Yeah, berhubung karakternya di sini bukan jadi gadis baik nan imut, tapi justru sebaliknya, ku acuhkan saja keberadaannya di sini. Tapi yang bikin surprise dia nyanyi sambil main gitar di sini. Nggak tau juga sih suaranya asli atau nggak tapi cukup bagus suaranya. Tapi rada nggak rela, banyak banget adegan kissunya sama Eita di sini, ough!! 

Dan nggak bisa dipungkiri, karakter Asahi memang terlihat sangat annoying tapi juga kasian melihatnya. Seringnya ucapannya berbanding terbalik dengan isi hatinya dan itu justru membuat orang-orang di sekitarnya malah jadi benci dan sakit hati. Tapi aku bisa maklum kenapa dia jadi seperti itu. Beban sebagai anak sulung memang berat! Dan karena itu karakter Asahi-lah yang jadi karakter favoritku di sini (walaupun sebel kalo dia ngomongnya teriak-teriak terus!). Biar orang bilang aktingnya over, menurutku, sih Satoshi cukup sukses memerankan karakter Asahi (buktinya kadang kesal liatnya tapi di sisi lain juga kasian). Dan aku suka banget Satoshi dipasangkan lagi dengan Aoi Yu sebagai sepasang kekasih di dorama ini. *Berharap mereka lanjut ke real life sebagai pasangan, hohoho..  Dan Aoi Yu..hmm.. cewek satu ini udah imut (umurnya udah 29 tahun, loh!), aktingnya juga keren. No comment pokoknya buat Aoi! Sedangkan Eita lagi-lagi dapat karakter yang menyebalkan; Satoru. Tapi lama-lama karakter Satoru cukup menarik simpati juga, sih!.  Di sini, Eita malah keliatan lebih tua dari Satoshi, padahal kalo dari umur tuaan Satoshi. Kalau Hikari karakternya masih tetap.. nangis mulu! Emang kalo soal nangis, aktris satu ini spesialisasinya! Tapi suka banget waktu dia ngomong 'Benedict Cumberbatch'; lucu banget dengarnya. Tapi kenapa nama karakternya Hikari juga ya? #kayaknyasengaja. Sedangkan karakter Haru dan Tadashi kurang tereksplor padahal akting Emoto bagus kayak biasanya dan Nomura juga ada kemajuan dari aktingnya di 35-sai no Koukouse. Justru Hashimoto Ai yang aktingnya makin ancur =..=

Dan karena tema dorama ini adalah keluarga, aku tentu saja suka. Apalagi sekeluarga ada lima bersaudara gitu, rame jadinya. Jadi iri sama Hikari yang punya kakak laki-laki dan adik laki-laki. Selain itu aku juga suka banget dengan scene akhir yang menampilkan foto-foto kakak beradik Sato semasa kecil, pada masih unyu-unyu semua. Tapi alur cerita dorama ini mirip Hitotsu Yane no Shita. Memang, sih aku belum liat versi original dari dorama ini, jadi nggak tau siapa yang nyontek siapa. Mungkin Hitotsu Yane no Shita nyontek versi originalnya dengan sedikit perubahan sana-sini atau Wakamonotachi yang merombak beberapa bagian dari versi originalnya dan sedikit nyontek Hitotsu Yane no Shita. Saa..!! 

Ya, bisa dibilang Wakamonotachi adalah dorama monopoli - seperti seorang teman aku di forum menyebutnya, bahkan dia sampe nggak mau nonton dorama ini - karena diisi oleh para aktor dan aktris yang itu-itu saja. Maksudnya tiap kali ada dorama yang scriptnya lumayan bagus/bagus pasti pemainnya dia lagi dia lagi. Contohnya seperti Eita dan Hikari. Tapi, kapan lagi coba bisa liat Satoshi, Eita, Hikari, Aoi dalam satu frame gini? Makanya terserah, deh mau dibilang dorama monopoli atau apalah, yang penting bisa lihat mereka berempat main bareng. Dorama ini juga jadi ajang reuni para pemainnya; Hikari - Eita (Soredemo Ikite Yuku), Satoshi - Hikari (Villain),  Satoshi - Aoi Yu (Tokyo Kazoku), Satoshi - Eita (Orange Days, Lunch Queen, Dororo), Aoi Yu -  Yoshioka Hidetaka (Dr. Koto Season 2), Satoshi - Nagasawa (Nada So So).
Walaupun masih punya kekurangan disana-sini dan dimonopoli pemain besar, tapi dorama ini nggak jelek-jelek amat, kok! Aku sendiri cukup terhibur dengan beberapa episode di awal dan di akhirnya (walaupun pertengahan terasa flat dan bosan). Dan tema keluarga selalu menjadi nilai tambah bagiku untuk menikmati sajian suatu dorama/film. 



  

 





***

Details

  • Title: 若者たち2014
  • Title (romaji): Wakamonotachi 2014
  • Format: Renzoku
  • Genre: Family
  • Episodes: 11
  • Viewership ratings: TBD
  • Broadcast network: Fuji TV
  • Broadcast period: 2014-Jul-09 to 2014-Sep-24
  • Air time: Wednesday 22:00
  • Theme song: Wakamonotachi by Moriyama Naotaro

Cast

Notes

  • Remake of 1966 Fuji TV drama "Wakamono Tachi".
  • Made to celebrate Fuji TV's 55 Anniversary
***Source: Dramawiki & Asianwiki










Friday, February 28, 2014

Saikou no Rikon Special (2014)



Saikou no Rikon Special (SP) (2014)








Akhirnya dorama yang paling ku tunggu-tunggu di season winter ini yaitu Saikou no Rikon SP, bisa ku nikmati juga. Saikou no Rikon menjadi dorama favoritku tahun lalu dan masuk list dorama favoritku sepanjang masa. Nah, di SP (Special)-nya ini, ceritanya ber-setting setahun kemudian, dimana Mitsuo (Eita) masih suka curhat dan mengeluh tentang mantan istrinya, Yuka (Ono Machiko) ketika check up gigi. Kendati telah bercerai, namun Yuka dan Mitsuo masih tinggal serumah. Bahkan rencananya mereka akan menikah kembali. Akhir tahun dilalui mereka dengan berkemah dan menghabiskan malam tahun baru di rumah orang tua Yuka. Namun, rumah tangga mereka masih kerap dihantui dengan pertengkaran, terutama tentang masalah anak. Yuka sangat ingin memiliki anak, sebaliknya Mitsuo bersikeras kebahagiaan rumah tangga tidak hanya terletak dari anak. Karena hal tersebutlah, mereka bertengkar hebat. Di saat bersamaan, seorang kenalan Yuka yang bernama Kurobe (Okada Yoshinori) yang telah memiliki dua orang anak, ingin mencari pengganti ibu bagi kedua anaknya dan Yuka adalah pilihannya.

Di lain sisi, pasangan Ryo dan Akari (Maki Yoko) telah memiliki seorang bayi perempuan. Di saat Ryo akan menjemput istri dan putrinya yang baru kembali dari rumah orang tua Akari, Ryo bertemu dengan seseorang dari masa lalunya, Shiomi (Usuda Asami). Ryo  menjadi bimbang antara memilih hidupnya yang sekarang bersama Akari dan putrinya atau kehidupan lain yang telah lama diidamkannya sejak lama bersama Shiomi.

Do you know the reason for divorce? It’s marriage. We divorced because we were married. It’s painful,” itulah penggalan curhatan atau lebih tepatnya keluhan Mitsuo ketika di klinik gigi langganannya. Curhatan Mitsuo itu pula-lah yang menjadi adegan pembuka untuk SP dorama yang memenangkan banyak penghargaan tahun lalu ini. Well.. aku bingung mau menulis apa, soalnya menurutku SP-nya ini sama menariknya dengan renzoku-nya. Masalah akting sepertinya nggak usah dibahas lagi, semua cast-nya bermain dengan sangat baik seperti biasanya. Ditambah dengan beberapa bintang tamu seperti Usuda Asami sebagai Shiomi dan Okada Yoshinori sebagai Kurobe - yang dipanggil dengan sebutan young Hayazaki Hayao oleh Mitsuo - yang menjadi penyegar dalam SP yang berdurasi 2 jam ini. 

Dan seperti renzoku-nya, konflik-konflik yang dihadapi kedua pasangan utama di dorama ini juga kian pelik. Masalah anak memang pernah dibahas di renzokunya sebagai masalah krusial pasangan Mitsuo-Yuka. Dan di sini, baik Mitsuo maupun Yuka kembali sama-sama menuangkan isi hati mereka perihal masalah krusial tersebut. Baik Yuka maupun Mitsuo memiliki alasan tersendiri dan kita sebagai penonton memang nggak bisa menyalahkan siapa pun. Tapi sebagai wanita, aku pastilah setuju dengan alasan Yuka yang ingin memiliki anak. Seperti kata-kata Yuka, ”I'm not good at cooking, but when kids are hungry, they don't mind eating anything”. Ahh... jadi pengen cepat-cepat married dan punya anak.

Begitu juga dengan masalah yang dialami oleh pasangan Ryo-Akari yang tak kalah complicated-nya. Ketika Akari merasa kehidupannya kembali bahagia, justru disaat itulah muncul wanita dari masa lalu suaminya. Dan yang menyebalkan adalah sikap Ryo yang sama sekali nggak bisa mengambil keputusan yang bijak. Perkataan Akari yang mengatakan bahwa ”There's no way the woman he can have can win over the woman he can't have" itu terasa nyesak banget, deh!

Sakamoto Yuji pun kembali membuktikan kepiawaiannya menulis script yang bagus dimana dialog-dialog yang disajikan di SP ini memang menjadi letak kekuatan dari dorama Saikou no Rikon. Selain itu, banyak juga scene-scene yang menarik seperti scene dimana Yuka-Akari vs Mitsuo-Ryo berkaraoke mengungkapkan isi hati mereka masing-masing atau scene di dalam kereta api.

Maa.. aku cukup puas dengan SP-nya ini, walaupun endingnya bisa dibilang masih gantung dan sedikit menyedihkan sebenarnya untuk satu pasangan di dorama ini. Tapi yah.. begitulah hidup, kita hanya akan merasakan sedih dan kehilangan ketika orang yang kita sayangi udah nggak bersama dan ada di dekat kita lagi. Ending yang masih gantung ini, jadi bikin penasaran, apa mungkin bakal ada SP kedua? Atau malah season 2? We’ll see!!









***
Details

  • Title: Saikou no Rikon Special (SP)
  • Format: Tanpatsu
  • Genre: Romantic Comedy
  • Episodes: 1
  • Viewership rating: -
  • Broadcast period: 2014-Feb-8
  • Air time: Saturday 21.00
  • Theme song: Yin Yang by Kuwata Keisuke

Cast


***Source: DramaWiki & AsianWiki