Showing posts with label Ono Machiko. Show all posts
Showing posts with label Ono Machiko. Show all posts

Friday, February 28, 2014

Saikou no Rikon Special (2014)



Saikou no Rikon Special (SP) (2014)








Akhirnya dorama yang paling ku tunggu-tunggu di season winter ini yaitu Saikou no Rikon SP, bisa ku nikmati juga. Saikou no Rikon menjadi dorama favoritku tahun lalu dan masuk list dorama favoritku sepanjang masa. Nah, di SP (Special)-nya ini, ceritanya ber-setting setahun kemudian, dimana Mitsuo (Eita) masih suka curhat dan mengeluh tentang mantan istrinya, Yuka (Ono Machiko) ketika check up gigi. Kendati telah bercerai, namun Yuka dan Mitsuo masih tinggal serumah. Bahkan rencananya mereka akan menikah kembali. Akhir tahun dilalui mereka dengan berkemah dan menghabiskan malam tahun baru di rumah orang tua Yuka. Namun, rumah tangga mereka masih kerap dihantui dengan pertengkaran, terutama tentang masalah anak. Yuka sangat ingin memiliki anak, sebaliknya Mitsuo bersikeras kebahagiaan rumah tangga tidak hanya terletak dari anak. Karena hal tersebutlah, mereka bertengkar hebat. Di saat bersamaan, seorang kenalan Yuka yang bernama Kurobe (Okada Yoshinori) yang telah memiliki dua orang anak, ingin mencari pengganti ibu bagi kedua anaknya dan Yuka adalah pilihannya.

Di lain sisi, pasangan Ryo dan Akari (Maki Yoko) telah memiliki seorang bayi perempuan. Di saat Ryo akan menjemput istri dan putrinya yang baru kembali dari rumah orang tua Akari, Ryo bertemu dengan seseorang dari masa lalunya, Shiomi (Usuda Asami). Ryo  menjadi bimbang antara memilih hidupnya yang sekarang bersama Akari dan putrinya atau kehidupan lain yang telah lama diidamkannya sejak lama bersama Shiomi.

Do you know the reason for divorce? It’s marriage. We divorced because we were married. It’s painful,” itulah penggalan curhatan atau lebih tepatnya keluhan Mitsuo ketika di klinik gigi langganannya. Curhatan Mitsuo itu pula-lah yang menjadi adegan pembuka untuk SP dorama yang memenangkan banyak penghargaan tahun lalu ini. Well.. aku bingung mau menulis apa, soalnya menurutku SP-nya ini sama menariknya dengan renzoku-nya. Masalah akting sepertinya nggak usah dibahas lagi, semua cast-nya bermain dengan sangat baik seperti biasanya. Ditambah dengan beberapa bintang tamu seperti Usuda Asami sebagai Shiomi dan Okada Yoshinori sebagai Kurobe - yang dipanggil dengan sebutan young Hayazaki Hayao oleh Mitsuo - yang menjadi penyegar dalam SP yang berdurasi 2 jam ini. 

Dan seperti renzoku-nya, konflik-konflik yang dihadapi kedua pasangan utama di dorama ini juga kian pelik. Masalah anak memang pernah dibahas di renzokunya sebagai masalah krusial pasangan Mitsuo-Yuka. Dan di sini, baik Mitsuo maupun Yuka kembali sama-sama menuangkan isi hati mereka perihal masalah krusial tersebut. Baik Yuka maupun Mitsuo memiliki alasan tersendiri dan kita sebagai penonton memang nggak bisa menyalahkan siapa pun. Tapi sebagai wanita, aku pastilah setuju dengan alasan Yuka yang ingin memiliki anak. Seperti kata-kata Yuka, ”I'm not good at cooking, but when kids are hungry, they don't mind eating anything”. Ahh... jadi pengen cepat-cepat married dan punya anak.

Begitu juga dengan masalah yang dialami oleh pasangan Ryo-Akari yang tak kalah complicated-nya. Ketika Akari merasa kehidupannya kembali bahagia, justru disaat itulah muncul wanita dari masa lalu suaminya. Dan yang menyebalkan adalah sikap Ryo yang sama sekali nggak bisa mengambil keputusan yang bijak. Perkataan Akari yang mengatakan bahwa ”There's no way the woman he can have can win over the woman he can't have" itu terasa nyesak banget, deh!

Sakamoto Yuji pun kembali membuktikan kepiawaiannya menulis script yang bagus dimana dialog-dialog yang disajikan di SP ini memang menjadi letak kekuatan dari dorama Saikou no Rikon. Selain itu, banyak juga scene-scene yang menarik seperti scene dimana Yuka-Akari vs Mitsuo-Ryo berkaraoke mengungkapkan isi hati mereka masing-masing atau scene di dalam kereta api.

Maa.. aku cukup puas dengan SP-nya ini, walaupun endingnya bisa dibilang masih gantung dan sedikit menyedihkan sebenarnya untuk satu pasangan di dorama ini. Tapi yah.. begitulah hidup, kita hanya akan merasakan sedih dan kehilangan ketika orang yang kita sayangi udah nggak bersama dan ada di dekat kita lagi. Ending yang masih gantung ini, jadi bikin penasaran, apa mungkin bakal ada SP kedua? Atau malah season 2? We’ll see!!









***
Details

  • Title: Saikou no Rikon Special (SP)
  • Format: Tanpatsu
  • Genre: Romantic Comedy
  • Episodes: 1
  • Viewership rating: -
  • Broadcast period: 2014-Feb-8
  • Air time: Saturday 21.00
  • Theme song: Yin Yang by Kuwata Keisuke

Cast


***Source: DramaWiki & AsianWiki










Saturday, November 16, 2013

Saikou no Rikon (2013)


Saikou no Rikon (2013)








Akhirnya setelah penantian panjang, kelar juga tamatin nonton Saikou no Rikon #terharu. Lama pendingnya, sih karena subnya lama, bokk dan hardsubnya juga baru kelar sekarang. Padahal ini dorama winter kemarin #tepukjidat. Awalnya iseng aja, sih nontonnya dan sama sekali nggak minat karena posternya cuma nampilin dua pasang laki-laki dan perempuan yang berdiri. Tapi lantaran sering banget liat, tuh poster dan faktor ada Eita-nya, eh malah jadi penasaran.  Dan ternyata begitu nonton episode pertama malah jadi kecanduan, penasaran pengen nonton episode-episode selanjutnya. 

Mitsuo (Eita), seorang salaryman biasa yang bekerja di perusahaan vending machine sering curhat (lebih tepatnya komplen) tentang pernikahannya ketika check up gigi. Yang sering dikomplenkannya tentu aja sang istri, Yuka (Ono Machiko) yang memiliki kepribadian yang sangat bertolak belakang dari dirinya. Padahal mereka udah married selama dua tahun. Mitsuo orangnya super rapi, cermat, detil, pokoknya perfeksionis abis, sedangkan Yuka easy going, pemalas dan selebor. Kepribadian yang berbeda tersebut kerap menimbulkan pertengkaran dalam rumah tangga mereka, hingga akhirnya salah satu pihak mengajukan perceraian. Di saat rumah tangganya di ambang kehancuran, Mitsuo bertemu mantan pacarnya, Akari (Maki Yoko) yang ternyata telah menikah dengan Ryo (Ayano Go). Hubungan Akari dan Ryo terlihat harmonis dari luar tapi ternyata mereka mempunyai masalah yang cukup complicated. Salah satu penyebabnya karena Ryo suka berselingkuh dengan banyak wanita lain. Selain itu, Ryo juga menyimpan sebuah rahasia tentang status pernikahannya dengan Akari. Lalu, bagaimana nasib pernikahan kedua pasangan tersebut? Silahkan ditonton sendiri!

Awalnya aku pribadi merasa aneh sendiri melihat alasan utama Mitsuo dan Yuka bercerai hanya lantaran hal yang sebenarnya sangat sepele, tapi akhirnya aku sadar bahwa memang orang-orang di era modern saat ini kebanyakan berpikiran seperti itu, egois, dengan dalih tersiksa menjalani kehidupan bersama dengan pasangan yang berbeda secara prinsip dan kepribadian. Padahal kalo orang-orang jaman dulu juga banyak yang gitu, tapi mereka sepertinya nggak seegois orang jaman sekarang, sehingga jarang terjadi perceraian. Kembali lagi ke dorama ini, dengan alasan yang kurang logis itu menurutku, sang screenwriter Sakamoto Yuji, sepertinya mengajak kita untuk memahami sendiri hakikat sebenarnya pernikahan dan perceraian. Kita pun akan bertanya-tanya sendiri, Apa arti pernikahan itu sesungguhnya? Apakah pernikahan masih ada nilainya di jaman sekarang ini? Bagimana menjadi suami/istri yang ideal? Apa gunanya menikah jika akhirnya harus bercerai? Apakah perceraian menjadi jalan satu-satunya dari permasalahan rumah tangga? Apakah perceraian itu baik atau malah sebaiknya? Silahkan menjawabnya sendiri setelah menonton dorama ini.

Walaupun temanya tentang perceraian, tapi dorama ini sama sekali nggak mengisahkannya dalam konteks yang menyedihkan dan depressing seperti halnya karya Sakamoto Yuji - yang mendadak jadi screenwriter favoritku - lainnya kayak Mother atau Soredemo, Ikite Yuku (proses nontonnya masih episode perdana). Justru di sini Yuji menampilkannya dalam bentuk komedi segar dan ringan namun cerdas. Segala hal yang ada di dorama ini sukses membuatku sangat sangat sangat (sampe 3x) terhibur, mulai dari karakter tiap pemainnya, dialog-dialognya, adegan-adegannya dan tentunya momen-momennya yang hampir semuanya memorable. Apalagi kalo udah berhubungan sama interaksi keempat karakter utamanya, pasti, deh selalu membuatku senyum-senyum sendiri liatnya. 

Kendati bertema komedi, tapi komedinya nggak murahan dan jayus. Justru kadang aku pribadi jadi tergugu mendadak mendengar kata-kata yang disampaikan oleh tiap karakternya. Mendadak tersentil mendengarnya. Humor-humor yang ditampilkan di sini menggelitik namun cerdas. Dialog-dialognya berlangsung cepat dan cukup panjang. Apalagi kalo udah sesi curhat tiap pasangan, harus konsentrasi penuh baca subtitlenya. Kadang terpaksa harus pause berkali-kali untuk memahami apa yang mereka omongkan. Seperti halnya dorama bergenre romantic comedy lainnya, Saikou no Rikon juga nggak melulu menampilkan adegan kocak. Sesekali ada juga adegan yang mengharu biru. Yang paling membekas buatku adalah adegan dimana Yuka marah dan melampiaskan isi hatinya yang terpendam pada Mitsuo sambil mecahin barang-barang. Aku sampe merinding dengar kata-kata yang diucapkan Yuka pada Mitsuo waktu marah itu. Akting Ono Machiko keren banget di situ!

Nggak bisa dipungkiri, sepanjang nonton tiap episode dorama ini, pasti ada aja adegan yang bikin ngakak atau minimal senyam-senyum geli sendiri liatnya. Belum lagi tingkah tiap karakternya yang aneh bin unik jadi nilai tambah untuk terus mantengin dorama ini terus. Tiap karakternya benar-benar kuat, menarik dan unik. Mitsuo, sangat sangat menyebalkan, terutama karena dia cerewet (aku paling benci lelaki cerewet!), egois dan suka mengeluh (Ampun, deh!!!). Pokoknya nggak banget, deh karakternya. Aku nggak bakalan mau punya suami kayak Mitsuo!. Di sini Eita harus membuktikan kemampuan aktingnya untuk memerankan sosok Mitsuo dan dia BERHASIL dengan sukses! Dari semua dorama dan filmnya yang pernah ku tonton, ini adalah penampilan terbaiknya dengan akting yang sungguh memukau. Berbanding terbalik dengan Mitsuo, Yuka adalah karakter yang akan disukai oleh kebanyakan orang, ceria, easy going, dan happy-go-lucky. Minusnya, dia juga pemalas, slebor, dan suka bertingkah sesuka hati. Akting Ono Machiko makin yahud aja! Sejak liat akting kerennya di Mother, aku udah suka sama aktris yang wajahnya unik ini. Dan sekarang jadi makin sukaaaa!!! Chemistry antara Eita dan Ono juga sangat kuat di sini. Karakter mereka yang sangat bertolak belakang tersebut, justru malah membuat kedua pasangan ini terlihat unik dan lucu,  terutama ketika mereka bertengkar hanya karena masalah sepele. Pembahasannya bisa panjang dan berlarut-larut dan seringnya tanpa penyelesaian yang jelas.

Lalu, karakter pasangan Akari dan Ryo yang tak kalah unik dan menarik. Karakter Akari terlihat sangat cool di luar tapi sebenarnya dia cukup rapuh di dalam. Tapi sesekali terlihat juga bahwa dia nggak senaif kelihatannya yang hanya diam aja walaupun tau suaminya berselingkuh. Sesi curhatnya di onsen dengan pandangan tajam sembari ngedumel soal mantan pacarnya itu keren banget, deh! Dorama Maki Yoko yang udah ku tonton baru Saikou no Rikon dan Osozaki no Himawari (masih stuck di episode satu!) doank, sih.. tapi bisa dibilang aktingnya di sini cukup bagus. Maki dan Eita juga reunian lagi di sini setelah dulunya pernah main bareng film yang sama, Summer Time Machine Blues. Dan akhirnya karakter Ryo, yang entah kenapa biar pun bajingan gitu nggak bikin aku benci dengan karakternya. Apalagi karakternya sangat unik dengan gayanya yang cool abis. Dan aku jadi bersimpati dikit pada karakter Ryo ini begitu tau masa lalunya yang menjadikannya seperti itu. Ayano Go sukses mencuri perhatianku lagi di sini, sama seperti waktu di Mother. Trus dia keliatan kakkoii gitu dengan gaya rambutnya yang acak-acakan itu #kyaaa.. Wajahnya, sih nggak ganteng tapi entah kenapa seperti ada aura yang memancar dari seorang Ayano Go, hihihi... Unik, sih wajahnya! Di dorama ini, Ayano juga reunian lagi sama Ono setelah di Mother mereka jadi pasangan yang bikin kesal abis!! #bantingkursi. Nah, pasangan Akari-Ryo ini unik banget, deh terutama cara mereka berinteraksi satu sama lain. Kadang-kadang bikin gemes liatnya! Mereka ini sebenarnya memiliki masalah yang jauh serius dan complicated dibanding pasangan Mitsuo-Yuko.

Uniknya dorama ini bukan cuma soal karakternya aja, tapi juga cara penyampaian ceritanya.  Sesi curhat sembarang adalah salah satu scene favoritku. Kenapa dibilang curhat sembarangan? Ya, soalnya keempat karakter sentralnya memang suka curhat kepada orang lain yang justru tidak begitu mereka kenal atau sama sekali nggak mereka kenal dan curhatnya di berbagai tempat, seperti Mitsuo yang langgganan curhat di tempat praktek dokter gigi, Yuka di kedai ramen favoritnya, Akari di sento dan Ryo di taman dengan orang-orang yang kebetulan duduk di bangku taman yang sama dengannya. Menurutku, sih curhatan seperti ini memang relatif lebih aman ketimbang curhat dengan orang yang kita kenal atau orang terdekat, karena kalo misalnya curhatan yang bersifat rahasia tiba-tiba dibocorkan oleh orang terdekat atau yang kita kenal, kita akan sulit menerima kenyataan. Sedangkan dengan orang-orang yang kurang kita kenal/nggak kenal, mereka nggak akan begitu peduli dengan curhatan kita, tapi kita sendiri justru merasa plong udah ngeluarin semua uneg-uneg yang terpendam. Aku sendiri juga suka curhat di dunia maya dengan orang-orang yang nggak ku kenal, hehehe..

Serunya lagi, dorama ini selalu menghadirkan kejutan-kejutan yang menarik dan tak terduga di tiap episodenya. Trus, setting lokasinya juga bagus dan indah banget. Pengambilan anglenya juga menarik dan unik, terutama kalo udah angle dari rumah Mitsuo-Yuka. Aku juga suka konsep rumah Mitsuo-Yuka yang kecil minimalis dan simpel. Background musiknya juga nggak kalah asiknya. Favoritku adalah Divorce Rhapsody yang sampe sekarang sering banget ku putar di handphone. Apalagi kalo dengerinnya malam-malam mau tidur pake acara matiin lampu sendirian di kamar, tambah asik, deh menikmati instrumental lagunya. Trus lagu endingnya Yin Yang yang dinyanyikan oleh Kuwata Keisuke juga keren abis dengan scene dimana keempat pemain utamanya menari bersama dengan gaya yang beda-beda tiap episodenya. Ahh... pokoknya aku suka banget sama dorama ini! My Favorite Dorama 2013! Saikou! Saikou Saikou!. 










***

Details

  • Title: 最高の離婚
  • Title (romaji): Saikou no Rikon
  • Format: Renzoku
  • Genre: Romantic comedy
  • Episodes: 11
  • Viewership rating: 11.8% (Kanto)
  • Broadcast network: Fuji TV
  • Broadcast period: 2013-Jan-10 to 2013-Mar-21
  • Air time: Thursday 22:00
  • Theme song: Yin Yang by Kuwata Keisuke

Cast

Episode Titles

  • Ep. 01: So much pain and suffering. Marriage is like being tortured for a long long time
  • Ep. 02: If only you would just drop dead
  • Ep. 03: The other couple's secret and truth
  • Ep. 04: Why don't you just admit it already!? I've already come to realize this a long time ago!? You don't love me! You only love yourself!
  • Ep. 05: No, I'm not ever gonna say that you shouldn't cheat on others. Every guy feels that way one way or another. If I could, I would cheat!
  • Ep. 06: Because men are childish, women end up like this. In the end, a wife has 2 choice, becoming a strict wife or a crying wife. It's so stupid. Being a husband and wife is such a joke
  • Ep. 07: Even though I was the one who decided to break this off, I can't help but feel a bit lonely. But one day if I ever wanna see you, or if I ever want to talk to you...
  • Ep. 08: Going out on the town, taking initiative and talking to someone you happen to meet, wanting to sleep with just anyone, what if you become that type of person... why not, shall we sleep with each other just this once?
  • Ep. 09: I don't think that divorce is the worst case scenario. I think that it's the worst thing to be with someone you have no love or expectation for. The next time you marry, I hope that it is for the absolute best
  • Ep. 10: Why don't you just become the child's father!? Isn't that the best way to get around the problem? It's not so much about the responsibility per se but shouldn't you look after them?
  • Ep. 11: To be honest, it's so hard. I thought that marriage was a torture, but I was wrong. Marriage is like a food chain. I just shut up and wait to be eaten. Oh so much pain and suffering. It's 4 times harder

Recognitions


***Source: DramaWiki & AsianWiki











Friday, December 21, 2012

Mother (2010)


Mother (2010)






It is said that there are three kinds of humans.
A man, a woman and a mother. 
We'll never understand the last one.


Kalimat di atas merupakan kutipan dari dorama berjudul Mother. Apa maksudnya? Ya, sebaiknya anda nonton aja dulu, baru nantinya anda akan paham dengan maksud kalimat di atas. Sebenarnya udah lama download episode perdana Mother tapi nontonnya ditunda terus gara-gara ceritanya yang agak berat (berdasarkan cerita teman di forum perdoramaan). Tapi karena banyak yang bilang, dorama ini recommended dan stok doramaku juga sangat sangat menipis, akhirnya aku mencicipi episode perdana yang durasinya (selalu) panjang dibanding episode-episode berikutnya.

 

Ternyata segala hal yang tadinya ogah-ogahan untuk menontonnya, malah bikin aku jadi ketagihan buat nonton episode berikutnya sampe nggak sadar aku download terus sampe episode terakhir. Tapi nontonnya sempat ketunda juga di episode pertengahan karena kepincut sama Jin #sumimasen.

 
 

Jadi cerita awalnya dibuka dengan adegan seorang gadis cilik yang hilang mendadak di dekat laut dan semua orang sibuk mencarinya. Sang ibu malah diam membisu kayak orang linglung (iyalah, namanya juga anaknya hilang). Lalu flashback ke adegan sebulan sebelumnya.

 

Nao Suzuhara (Matsuyuki Yasuko) yang tidak punya pilihan lain, terpaksa menjadi guru SD. Bahkan dia juga menjadi wali kelas sementara. Ketika mengajar, dia menyadari bahwa salah seorang siswinya yang cerdas benama Michiki Reina (Ashida Mana) suka mencari perhatiannya. Nao awalnya merasa terganggu karena dia kurang suka pada anak-anak.

  

Tapi akhirnya dia malah merasa iba pada Reina karena menyadari bahwa gadis cilik tersebut merupakan korban kekerasan dari ibunya sendiri. Karena nggak tahan melihat perlakuan kejam Michiki Hitomi (Ono Machiko), ibu Reina, pada gadis cilik itu, Nao memutuskan untuk menjadi ibu pengganti bagi Reina. Syaratnya, mereka berdua harus kabur dari kota tempat tinggal mereka, Hokkaido. Reina setuju dan dimulailah perjalanan mereka berdua ke Tokyo. Rena bahkan berganti nama menjadi Tsugumi. Nao juga merencanakan skenario kematian Reina agar tak seorang pun curiga dengan kepergiannya.

 

Sayangnya, seorang jurnalis bernama Fujiyoshi Shunsuke (Yamamoto Koji) merasa curiga dan mengikuti kemana Nao pergi.

 

Ahh.. pokoknya seru, deh! Kalo dilanjutin ceritanya takut spoiler jadi mending nonton sendiri aja, deh! Emang, sih ceritanya agak berat tapi dijamin asik, kok! Apalagi ini cerita it's totally about woman!. So touching! Memang benar seorang ibu itu luar biasa hebatnya! Apalagi kalo nonton Mother ini, dijamin kita makin kagum sama sosok seorang ibu.



Akting para pemainnya ku acungin jempol semua. Dari yang tua sampe yang masih kecil kayak Ashida Mana. Gadis cilik ini mendadak jadi idola baruku. She's so kawaiii... (gemes pengen nyubit pipinya). Semoga kelak aku punya anak kayak dia #amin.



Matsuyuki Yasuko yang karakternya kelam sebagai Nao sukses memainkan perannya dengan baik. Ekspresi wajahnya suram tiap episode.  Nao ini orangnya sangat skeptis dan pernah berjanji kelak tidak akan pernah menjadi seorang ibu.

 
 

Ada juga Kurashina Kana, si  Hana no Zubora Meshi yang  jadi Suzuhara Kaho, adik Nao. Karakternya sedikit mirip Hana. Sakai Wakana yang jadi Suzuhara Mei juga menampilkan akting yang bagus walau pun di awal-awal, karakternya terlihat sebagai sosok yang menyebalkan.


Trus ada juga Oshin remaja, loh yaitu Tanaka Yuko. Tau kan dorama Oshin yang dulu populer banget. Aku masih SD tuh waktu di putar di tivi, nontonnya bareng mama, soalnya itu dorama favorit mamaku. Tante Tanaka Yuko emang mantap aktingnya di sini.

 
 

Yang nggak kalah kerennya akting dari Takahata Atsuko yang jadi  Suzuhara Toko, ibu Nao. Oh, ya nggak boleh lupa, pemeran ibunya Reina, Ono Machiko yang sama kerennya dengan pemain lainnya. Pokoknya pemainnya jempolan semua. 




Nyaris nggak ada sosok ayah di sini. Bahkan pemain utama cowoknya juga sedikit. Jadi ini dorama benar-benar dorama tentang perempuan, hahay.. Buat penggemar genre human drama, Mother bisa jadi pilihan buat ditonton. Jangan lupa siapin tisu, sapa tau ada air hujan jatuh dari mata anda.


 







***

Details

  • Title: Mother
  • Format: Renzoku
  • Genre: Human drama, suspense
  • Episodes: 11
  • Viewership ratings: TBA
  • Broadcast network: NTV
  • Broadcast period: 2010-Apr-14 to 2010-Jun-23
  • Air time: Wednesday 22:00
  • Theme song: Nakigao Smile by hinaco

Cast

  • Matsuyuki Yasuko as Suzuhara Nao
  • Yamamoto Koji as Fujiyoshi Shunsuke
  • Sakai Wakana as Suzuhara Mei
  • Kurashina Kana as Suzuhara Kaho
  • Ashida Mana as Michiki Reina
  • Ono Machiko as Michiki Hitomi
  • Tanaka Yuko as Mochizuki Hana
  • Takahata Atsuko as Suzuhara Toko
  • Kawamura Yosuke as Kimata Kohei
  • Ichikawa Miwako as Yuzukawa Tamami
  • Otoo Takuma as Kayama Keigo
  • Tanaka Minoru as Fujiyoshi Kensuke
  • Ayano Go as Uragami Masato

Episode Titles
  • Ep. 01: Escape from child abuse, the two who became birds of passage
  • Ep. 02: The two without a place to go
  • Ep. 03: The warmth of a mother's hand
  • Ep. 04: I want to let her attend school
  • Ep. 05: Two "Mothers"
  • Ep. 06: Goodbye Mother
  • Ep. 07: Return her to me!
  • Ep. 08: The bond that can't be broken
  • Ep. 09: The two torn apart
  • Ep. 10: I want to see you just once
  • Ep. 11: I will always love you


Awards

 

***source: DramaWiki