Showing posts with label 2004. Show all posts
Showing posts with label 2004. Show all posts

Wednesday, October 8, 2014

Orange Days (2004)


Orange Days (2004)







Satu tahun delapan bulan yang lalu, ketika aku menonton dorama ini, aku langsung pending begitu selesai menonton episode perdananya. Kebetulan kala itu aku lebih suka genre detektif ketimbang genre lainnya dan agak sukar beradaptasi dengan genre pure romance. Apalagi melihat karakter Sae yang begitu menyebalkan di episode pertama, membuatku tambah malas menontonnya. Tapi anehnya aku sama sekali nggak pengen drop menontonnya. Dan akhirnya setelah jeda yang sangat panjang ini, aku mencoba untuk menonton dorama ini lagi. Dan ini karena faktor Tsumabuki Satoshi-lah (gara-gara melihatnya sangat keren di Wakamonotachi) yang membuatku ingin melanjutkan dorama ini lagi.

Kai Yuuki (Satoshi Tsumabuki) yang mengambil jurusan psikologi kesejahteraan sosial sedang memasuki masa akhir kuliah dan sibuk mencari pekerjaan. Kai berteman akrab dengan Aida Shohei (Narimiya Hiroki), playboy kelas teri yang bekerja part time sebagai asisten fotografer dan Yashima Keita (Eita), yang selalu kurang beruntung dalam soal percintaan. Suatu hari, Kai bertemu dengan seorang gadis cantik yang sedang bermain biola di kampus. Gadis yang bernama Hagio Sae (Shibasaki Kou) tersebut lalu menatapnya dengan tajam dan kemudian mengulurkan tangannya pada Kai, meminta bayaran karena Kai telah mendengarnya bermain biola. Kai lalu memberinya sebuah jeruk yang didapatnya tadi pagi pada gadis tersebut.

Ternyata Sae seorang tuna rungu dan berkomunikasi melalui bahasa isyarat. Sae kehilangan pendengarannya empat tahun lalu dan sejak itu dia menutup diri pada siapa pun. Kai lalu bertemu dengan Sae lagi ketika dia menggantikan Keita yang seharusnya menjadi pasangan kencan buta Sae. Sejak pertemuan itulah, Kai dan Sae menjadi dekat. Bahkan Shohei, Keita dan Akane (Shiraishi Miho), teman dekat Sae pun menjalin keakraban bersama. Mereka lalu membentuk Orange Society dan memiliki sebuah diary bersama yang diberi nama Orange no Kai.

Tsumabuki Satoshi kakkoi banget disini #kyaaa.. Emang, sih dari dulu juga dia udah ganteng (Kayak waktu di KCE dan IWGP aja udah mencuri perhatian), tapi entah kenapa di dorama ini dia terlihat super duper charming. Dan aku juga suka dengan karakternya disini. Padahal biasanya aku kurang suka dengan karakter yang terlalu baik tapi entah kenapa ini malah suka dengan karakter Kai. Walaupun baik, tapi karakter baiknya masih masuk akal; kadang juga sebal dan marah. Ya, karakter yang ada di dorama ini memang terlihat wajar semua, nggak ada yang benar-benar baik atau jahat. Seperti Sae yang karakternya aku kurang suka di episode awal (dan menjadi salah satu alasan aku dulu malas melanjutkan menonton dorama ini), di episode lainnya malah aku suka. Sifatnya yang jutek, keras kepala, egois dan childish itu akibat masa lalunya juga sehingga kita akhirnya akan maklum. Itulah mengapa kadang dia bisa sangat menyebalkan tapi juga kadang teramat baik. Kai aja sampe sebel juga kadang liatnya (Nah loh.. benar kan karakter Kai itu masih wajar baiknya dan tentu aja bisa sebel dan marah juga). Dan aku juga kadang jadi ikutan sebel liat si Sae ini, hahaha.. Tapi memang seperti itulah kita, nggak mungkin baik terus atau jahat terus kan? Kalo di shitnetron, sih mungkin!

Karakter-karakter lainnya pun kadang juga bisa menyebalkan dan tak jarang malah menyenangkan. Shohei, yang biar pun jadi playboy kelas teri tapi juga punya sisi lain yang manis dan sayang pada adiknya, Ayumi (Ueno Juri). Lalu Akane yang baik dan selalu mensupport yang lain ternyata bisa juga merasa cemburu pada Sae. Keita yang kelihatan belum dewasa ternyata justru sangat berbesar hati. Ngomong-ngomong soal Keita, karakter seperti Keita ini pasti selalu ada dalam sebuah dorama/film bertema persahabatan. I mean, karakternya menjadi penghibur dan pasti selalu nggak beruntung dalam soal asmara. Tapi kalo nggak ada karakter seperti Keita ini justru malah terasa hambar ceritanya. Dan Eita memang cocok banget sebagai Keita. Nggak akan nyangka kalo si culun ini, 10 tahun kemudian bisa berperan jadi apa saja. Mungkinkah Hamasaki Mitsuo adalah akibat dari yang terjadi pada seorang Keita ketika masih muda? :)

Dan aku setuju banget kalo dorama ini dapat predikat Best Cast karena memang semua bermain dengan sangat baik dan pas dengan karakter yang mereka mainkan. Shibasaki Kou teruji aktingnya disini sebagai seorang gadis tuna rungu dan dia sukses memerankannya dengan sangat baik. Kalo aku nggak sebel liat karakter Sae, berarti dia gagal memerankan karakter tersebut. Okelah, sifat menyebalkan Sae tersebut akhirnya memang bisa ku maklumi, tapi ada satu hal yang aku benar-benar nggak suka dengan karakternya yaitu merokok. Keliatan jelek banget kayaknya kalo cewek merokok, in my opinion. Dan hal tersebut agak-agak menggangguku sebenarnya. Tsumabuki Satoshi juga tak kalah keren aktingnya (walaupun kebanyakan aku malah melototi tampangnya terus, hihihi..). Karakternya yang baik itu memang cocok banget sama wajahnya (loh?). Dan chemistry-nya dengan Kou superb abis. Senang kalo liat mereka berdua berbicara pake bahasa isyarat.

Narimiya Hiroki juga sukses memerankan karakter Shohei dengan sempurna. Cuma sedihnya, setelah itu kebanyakan dia dapat peran yang sejenis juga. Shiraishi Miho juga bagus aktingnya, tapi sekarang dia udah jarang banget main dorama, paling banter pun cuma jadi figuran doank. Sepertinya karena dapat peran yang sejenis juga jadinya kemampuan aktingnya nggak meningkat. Aku suka banget kalo udah scene dimana Shohei dan Akane bersama, terutama kalo udah sindir-sindiran, hahaha... Lalu Eita yang aktingnya juga oke punya, terutama kalo harus menampilkan tampang lugu dan kocak. Konishi Manami keren banget aktingnya di sini. Dan aku suka karakternya yang dewasa. Malah aku kasian juga sama karakter yang diperankannya; Takagi Maho, yang tersisihkan sejak kehadiran Sae. Ada juga si ganteng Kassy yang berperan sebagai Sano. Aktingnya sih so-so-lah karena perannya juga dikit. Tapi aku suka karakternya yang gentle. Tak ketinggalan Ueno Juri yang aktingnya udah keliatan bagus biarpun peran yang didapatkan nggak banyak. Oh, ya jangan lupakan akting keren dari tante Fubuki Jun yang berperan sebagai ibunya Sae.

Ya, ini adalah dorama bertabur bintang. Mungkin kala itu sebagian pemainnya belum menjadi bintang terkenal seperti sekarang, tapi sungguh menyenangkan melihat mereka bermain bersama di sini. Bahkan Jurippe saja cuma dapat peran yang kecil. Dan kayaknya ini kerjasama Jurippe dan Eita bareng untuk pertama kali. Tapi di sini mereka nggak pernah dipertemukan dalam satu frame. Padahal aku ngarepnya mereka dipasangkan jadi sepasang kekasih. Seingatku, sih mereka belum pernah jadi pasangan kekasih dalam dorama/film yang mereka bintangi bersama.

Bukan hanya karakter-karakternya saja yang memorable, tapi juga ceritanya yang bagus. Persahabatan, cinta, pekerjaan, masa depan menjadi tema yang diusung dalam dorama ini. Berhubung genrenya romance, memang kadar percintaannya sedikit lebih banyak dari hal lainnya. Walau begitu percintaannya pun bukan harus menggombal dengan kata 'I love You' dan sejenisnya. Aku yang kadang kurang bisa berkompromi dengan genre romance saja bisa takluk menonton dorama ini. Tapi yang paling membekas tentu saja friendship yang diusung dorama ini. Sedikit menyesal kenapa dulu nggak bikin diary bersama juga sewaktu kuliah. Ah, jadi kangen teman-teman kuliah gara-gara nonton dorama ini.

Akhirnya, aku cuma mau bilang kalo dorama ini keren dan harus ditonton! Buat yang susah nonton dorama romance kayak aku, mending cari mood yang tepat dulu daripada nggak dapat feelnya entar. Lumayan, gara-gara nonton dorama ini jadi tau sedikit-sedikit bahasa isyarat, hehehe..




***
Details
  • Title: オレンジデイズ
  • Title (English): Orange Days
  • Genre: Romance
  • Episodes: 11
  • Viewership ratings: 17.2%
  • Broadcast network: TBS
  • Broadcast period: 2004-Apr-11 to 2004-Jun-20
  • Air time: Sunday 21:00
  • Theme songs:
    • Ending song: Sign by Mr.Children
    • Insert song: Shanghai Honey by Orange Range
Cast

 Episode Titles:

  • Ep. 01: The Madonna Who Lost Her Voice
  • Ep. 02: The Beginning of Love
  • Ep. 03: Your Tears
  • Ep. 04: My Broken Heart
  • Ep. 05: An Evening of Secrets
  • Ep. 06: Her Love
  • Ep. 07: I Love You
  • Ep. 08: The Couple That is Bound Together
  • Ep. 09: A Sad Fate
  • Ep. 10: You Are Not Here  
  • Ep. 11: Your Voice
Awards

 ***Source: Dramawiki







Saturday, February 23, 2013

Water Boys Season 02 (2004)

[Pending]

Water Boys (2004)



Entah kenapa season 2 Water Boys ini cuma bisa ku ikuti sampe episode 2 aja. Abisnya dengan formula yang sama (jelas!), tingkat kelucuannya berkurang dari Water Boys season 01. Padahal ada Ichihara Hayato yang aku kenal duluan lewat peran-perannya di film ketimbang dorama. Dan Water Boys ini adalah dorama pertama Hayato yang ku tonton. Perannya juga nggak jauh beda dari film 700 Days of Battle: Us vs the Police yang lugu dan agak bego. 

 

Jadi di sini, ceritanya ada sekolah yang namanya Himeno High School yang justru para siswinya yang lebih diutamakan karena prestasi mereka. Trus ada juga mantan pemain synchro yang udah jadi guru di sekolah tersebut yaitu Saotome Hijiri (Kaneko Takatoshi). Lebih jelasnya bisa nonton filmnya dulu,  Waterboys (2001).

   

Lalu, Mizushima Eikichi (Hayato) seorang siswa dari sekolah elit di Tokyo, pindah ke Himeno dan tinggal bersama sang kakek. Bahkan keluarga Yazawa Shiori (Ishihara Satomi), teman sekelasnya menyewa rumah milik sang kakek. Singkat cerita, di episode perdana dan kedua, masih ditampilkan para karakter pemainnya duluan dan kita pun akan tahu sendiri siapa saja yang akan menjadi tim utama sychro boys nantinya.


Susahnya kalo udah nonton dorama per season gini, pasti aku pada bandingin, deh dari mulai cerita, pemain sampe hal-hal lainnya. Apalagi kalo season awal udah menyentuh hati (cieee.. bahasanya..) duluan, bisa susah untuk menonton season-season berikutnya dengan pemain yang berbeda tapi jalan cerita yang hampir mirip. Alhasil, beginilah jadinya, PENDING!







***
Details
  • Title (romaji): Water Boys Season 2
  • Format: Renzoku
  • Genre: Sports, romance, comedy
  • Episodes: 12
  • Viewership ratings: 16.8
  • Broadcast period: 2004-Jul-06 to 2004-Sep-21
  • Air time: Tuesday 21:00 

Cast
  • Ichihara Hayato as Mizushima Eikichi
  • Nakao Akiyoshi as Yamamoto Yosuke
  • Saito Keita as Kawasaki Senichi
  • Koike Teppei as Iwata Iwao
  • Kimura Ryo as Sano Hideki
  • Ishihara Satomi as Yazawa Shiori
  • Suzuki Emi as Kitagawa Kozue
  • Asami Reina as Oba Kayo
  • Kaneko Takatoshi as Saotome Hijiri






Saturday, February 16, 2013

Orange Days (2004)

[Pending]

 
Orange Days (2004)




Eh, episode perdana ceritanya keliatan sedikit cheesy gitu. Nggak tahu, deh berikutnya gimana. Di sini kita bisa melihat akting-akting para pemainnya yang belum begitu ngetop di kala itu, kayak Eita dan Juri (yang kayaknya dipasangkan pertama kali di dorama). Tapi Eita kakkoi banget, di sini. Sedangkan Juri masih culun culun gimana gitu, hahaha..

Ceritanya tentang Kai Yuuki (Satoshi Tsumabuki) yang kuliah tingkat akhir dan kesulitan mencari kerja. Yuuki berteman akrab dengan Shohei (Narimiya Hiroki) dan Keita (Eita). Trus Yuuki nggak sengaja (klise!) ketemu dengan seorang cewek pemain biola di kampusnya, Hagio Sae (Shibasaki Kou) yang ternyata tuli. Yuuki sendiri udah punya pacar bernama Maho (Konishi Manami). Sampe situ kayak bisa ditebak mau dibawa kemana alur ceritanya, apalagi pas ending episode perdana udah jelas banget kalo Yuuki dan Sae bakalan jatuh cintrong #nguaplebar.

 

Dasar emang akunya aja yang kurang suka dorama tipe-tipe percintaan murni gini, jadinya temanya terasa beratttttt banget buatku. Padahal para pemainnya bagus-bagus, loh aktingnya. Juri yang belum ngetop aja mampu membuktikan kalo dia emang bisa berakting bagus. Narimiya Hiroki emang cocok banget jadi playboy kelas teri di sini dan Eita dengan karakter "di tengah-tengah" antara Yuuki yang serius dan Shohei yang playboy. Selain itu ada juga Yamada Yu yang jadi pacar Shohei. Abis dorama ini kayaknya Juri, Eita dan Yu reunian lagi di Nodame.


Maaaa.... semoga mood baiknya muncul lagi untuk melihat Eita dan Juri yang masih cute main di dorama ini. Tapi kapaaaannnn??!!

 

 


=========================================================================

Edit:
Akhirnya setelah pending lama, aku berhasil menyelesaikan menonton dorama ini!!
Reviewnya disini!!



***
Details
  • Title: オレンジデイズ
  • Title (English): Orange Days
  • Genre: Romance
  • Episodes: 11
  • Viewership ratings: 17.2%
  • Broadcast network: TBS
  • Broadcast period: 2004-Apr-11 to 2004-Jun-20
  • Air time: Sunday 21:00
  • Theme songs:
  • Ending song: Sign by Mr.Children
  • Insert song: Shanghai Honey by Orange Range

Cast

  • Tsumabuki Satoshi as Yuuki Kai
  • Shibasaki Kou as Hagio Sae
  • Narimiya Hiroki as Aida Shohei
  • Shiraishi Miho as Ozawa Akane
  • Eita as Yashima Keita
  • Konishi Manami as Takagi Maho
  • Yamada Yu as Saeki Soyoko
  • Ueno Juri as Kirishima Ayumi
  • Kohinata Fumiyo as Sakaida Kyouju
  • Fubuki Jun as Hagio Yuriko
  • Kashiwabara Takashi as Sano
  • Sawamura Ikki as Fujii Haruki
  • Nagai Masaru as Kakizaki Tohru


Episode Titles:

  • Ep. 01: The Madonna Who Lost Her Voice
  • Ep. 02: The Beginning of Love
  • Ep. 03: Your Tears
  • Ep. 04: My Broken Heart
  • Ep. 05: An Evening of Secrets
  • Ep. 06: Her Love
  • Ep. 07: I Love You
  • Ep. 08: The Couple That is Bound Together
  • Ep. 09: A Sad Fate
  • Ep. 10: You Are Not Here  
  • Ep. 11: Your Voice

Awards






Saturday, November 10, 2012

Sekai no Chuushin de, Ai wo Sakebu (2004)

Sekai no Chuushin de, Ai wo Sakebu (2004)






Bosan nonton dorama genre sekolah, detektif, atau crime, akhirnya aku pengen nonton dorama yang benar-benar romantis tanpa ada embel-embel apapun. Jadilah terpilih dorama ini yang dinobatkan sebagai dorama terbaik 2004. Dan pemain serta krunya sama seperti Byakuyako. Sebenarnya yang tayang duluan kan Sekai no Chuushin de, Ai wo Sakebu, tapi aku malah nonton Byakuyako duluan.


Dorama ini adalah flashback dari seorang lelaki berumur 34 tahun bernama Sakutaro Matsumoto. Walaupun telah 17 tahun berlalu, dia masih saja belum bisa melupakan seseorang yang sangat dicintainya, Hirose Aki yang telah meninggal. Lalu, kisah pun dimulai...

 




Melihat bintang utamanya yang sama seperti di Byakuyako, jadi agak malas sebenarnya. Tapi kalo aku nonton ini duluan, bisa jadi aku malah malas liat Ayase dan Takayuki di Byakuyako. Hmm.. sebenarnya yang bikin aku kurang suka adalah Ayase Haruka. Karakternya yang jahat di Byakuyako udah melekat erat di alam pikiranku, sehingga waktu dia memerankan karakter Aki yang baik, tetap aja keliatan jahat dimataku. Jadi kayak orang yang pura-pura baik. Apalagi kalo senyum, kayak dibuat-buat. Lagian wajahnya lebih cocok jadi orang jahat, sih menurutku! #plakk

 


Sedangkan Takayuki, karakternya nggak banyak berubah, malah semakin naif dan polos. Kayaknya emang tampang dia cocok dengan karakter kayak gitu. Sedikit mirip karakter Shindo Kankuro di  Water Boys. Tapi karakter Saku malah terlihat begitu lemah menurutku. "Kayak nggak ada cewek lain aja, sampe 17 tahun masih ingat sang mantan!" Life must go on, man! Get a life, Saku!!


 

Aku malah lebih suka karakter teman-teman Saku dan Aki, terutama Oki. Aku emang selalu kesemsem dengan tipe-tipe kayak Oki itu yang easy going, agak usil dikit tapi baik hati. Olala...


  


Nah, kalo soal jalan ceritanya emang romantis bin tearjerker. Tapi kok aku kurang suka, ya? Rasanya beberapa adegan terlihat berlebihan. Dan aku memang nggak terlalu suka dorama tipe yang benar-beanr romantis kayak gini, yang penuh dengan adegan-adegan yang ah... romantis pastinya. Aku sampe pause nontonnya selama beberapa minggu sampe dapat mood bagus lagi buat nonton.

 




Tapi aku suka dengan lokasi syutingnya, di alam  pedesaan yang asri dikelilingi laut. Nuansanya itu, loh... benar-benar tenang. Apalagi dengan segala atribut dan penggambaran nuansa tahun 1987-annya. 




Oya, cerita ini dibikin versi movienya, Crying Out Love, in the Center of the World (2004) dan dibuat ke versi Korea juga dengan judul My Girl and I. Aku malah nonton yang versi Koreanya duluan. Tapi nggak sebagus versi Jepangnya, sih.


 

 
 
 
 
  
  


  



 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

SPECIAL (SP)

SP-nya sangat sangat membosankan karena cuma berisi cuplikan adegan-adegan Saku dan Aki dengan mengambil sudut pandang sang guru, Yatabe-sensei. Mana durasinya lama lagi. Alhasil aku nontonnya skip skip skip and then..end.


 



 
 



***

Details

  • Title (romaji): Sekai no Chuushin de, Ai wo Sakebu
  • Also known as: Crying out Love, in the Centre of the World
  • Format: Renzoku
  • Genre: Romance, Human drama
  • Episodes: 11, 1 Special
  • Viewership ratings: 15.9
  • Broadcast network: TBS
  • Broadcast period: 2004-Jul-02 to 2004-Sep-10
  • Air time: Friday 22:00-22:54
  • Theme song: Katachi Aru Mono by Shibasaki Kou

Casts

  • Yamada Takayuki as Matsumoto Sakutaro (17)
  • Ayase Haruka as Hirose Aki (17)
  • Ogata Naoto as Matsumoto Sakutaro (34)
  • Sakurai Sachiko as Kobayashi Aki (34)
  • Tanaka Koutaro as Oki Ryunosuke (17)
  • Emoto Tasuku as Nakagawa Akiyoshi (17)
  • Motokariya Yuika as Ueda Tomoyo (17)
  • Matsushita Yuki as Yatabe Toshimi (35, 52)

Episode Titles
  • Ep. 01: Letter from the Teacher
  • Ep. 02: Delicate distance
  • Ep. 03: Eternal separation
  • Ep. 04: The Last Day
  • Ep. 05: Approaching Shadow
  • Ep. 06: The Journey to Live
  • Ep. 07: A Night With No Dawn
  • Ep. 08: Proposal
  • Ep. 09: Choice In the Last Moments of Life
  • Ep. 10: Please Save Me...
  • Ep. 11: Something With Shape
  • Ep. 12: Graduation After 17 Years

***source: DramaWiki