Showing posts with label Emoto Tasuku. Show all posts
Showing posts with label Emoto Tasuku. Show all posts

Monday, September 29, 2014

Wakamonotachi (2014)


Wakamonotachi (2014)







Oke, pertama liat castnya langsung wow! Gimana nggak, castnya, tuh para aktor dan aktris ngetop yang emang ku suka (except NagaMasa); Eita, Tsumabuki Satoshi, Aoi Yui, dan Mitsushima Hikari. Walaupun begitu, aku nggak mau terlalu berekspektasi tinggi, takut kecewa nanti dengan ceritanya. Ya, samalah dengan kasus Mozu season lalu. Walau pun begitu, aku pasti akan menonton dorama ini karena suatu hal yang langka bisa melihat Satoshi dan Aoi Yu main dorama lagi. Satoshi sendiri mau main di sini karena dorama ini merupakan dorama khusus dalam menyambut ulang tahun Fuji TV ke-55.

Ceritanya sendiri mengenai kehidupan lima bersaudara yang tinggal satu atap di rumah kecil mereka. Orang tua mereka telah meninggal. Oleh karena itu, Asahi (Tsumabuki Satoshi) sebagai anak tertua menjadi tulang punggung keluarga dibantu oleh adik perempuannya, Hikari (Mitsushima Hikari)  yang seorang perawat. Sedangkan Haru (Emoto Tasuku) lebih senang bermain teater dan Tadashi (Nomura Shuhei), si bungsu masih sekolah. Anak kedua, Satoru (Eita) baru saja bergabung kembali dengan mereka setelah keluar dari penjara karena suatu insiden di masa lalu. Kelima bersaudara ini selalu berargumen, berantem, dan kadang-kadang sampai berkelahi setiap harinya. Mereka pun tentu saja memiliki masalah mereka masing-masing. Namun, mereka harus menjalani hari-hari mereka dalam berbagai kondisi dan situasi apapun dan harus segera memecahkan masalah mereka masing-masing serta menjalani hidup sebagai pemuda di saat sekarang ini.

Tiap episodenya biasanya diceritakan tentang satu karakter dari kelima saudara tersebut beserta permasalahan yang dihadapinya. Dan rata-rata permasalahan tersebut tuntas saat itu juga sehingga episode berikutnya akan diceritakan tentang permasalahan lainnya walaupun karakternya itu lagi. Ya, porsi karakternya memang terasa kurang adil karena lebih banyak menceritakan tentang si sulung Asahi dibanding adik-adiknya. Episode pertama jelas menceritakan tentang Asahi dan masalahnya dengan seorang pacarnya, Asuza (Aoi Yu). Asahi sendiri orangnya konservatif, keras kepala dan sering membuat jengkel adik-adiknya dengan mengeluarkan kata-kata favoritnya;  "Aku yang bikin kalian jadi seperti ini (I am the one who had brought you all up)". Perpaduan yang pas dengan karakter Asuza yang kontras; tenang dan dewasa.

Episode perdananya cukup lumayan walaupun ada scene yang sumpah bikin aku ngantuk abis yaitu scene ketika Asahi naik ke ring tinju; durasinya terlalu lamaaaaaa.. Tapi aku suka banget scene  dimana Asahi curhat ke adik-adiknya tentang perasaannya sebagai anak sulung (I know how you feel!). Scene tersebut sukses bikin banjir air mata #terharu. Dan episode 9 menurutku yang paling konyol. Demi merebut 'sesuatu' yang membahayakan hidup orang lain, Asahi dan Satoru rela melakukan hal konyol. Mana yang dibela karakter yang diperankan oleh Nagasawa lagi #ough!. Satu hal yang awalnya membuatku agak malas untuk menonton dorama ini kan lantaran ada Nagasawa Masami di sini. Tau sendiri, kan aku agak anti sama aktris satu ini karena her acting's suck!! Yeah, berhubung karakternya di sini bukan jadi gadis baik nan imut, tapi justru sebaliknya, ku acuhkan saja keberadaannya di sini. Tapi yang bikin surprise dia nyanyi sambil main gitar di sini. Nggak tau juga sih suaranya asli atau nggak tapi cukup bagus suaranya. Tapi rada nggak rela, banyak banget adegan kissunya sama Eita di sini, ough!! 

Dan nggak bisa dipungkiri, karakter Asahi memang terlihat sangat annoying tapi juga kasian melihatnya. Seringnya ucapannya berbanding terbalik dengan isi hatinya dan itu justru membuat orang-orang di sekitarnya malah jadi benci dan sakit hati. Tapi aku bisa maklum kenapa dia jadi seperti itu. Beban sebagai anak sulung memang berat! Dan karena itu karakter Asahi-lah yang jadi karakter favoritku di sini (walaupun sebel kalo dia ngomongnya teriak-teriak terus!). Biar orang bilang aktingnya over, menurutku, sih Satoshi cukup sukses memerankan karakter Asahi (buktinya kadang kesal liatnya tapi di sisi lain juga kasian). Dan aku suka banget Satoshi dipasangkan lagi dengan Aoi Yu sebagai sepasang kekasih di dorama ini. *Berharap mereka lanjut ke real life sebagai pasangan, hohoho..  Dan Aoi Yu..hmm.. cewek satu ini udah imut (umurnya udah 29 tahun, loh!), aktingnya juga keren. No comment pokoknya buat Aoi! Sedangkan Eita lagi-lagi dapat karakter yang menyebalkan; Satoru. Tapi lama-lama karakter Satoru cukup menarik simpati juga, sih!.  Di sini, Eita malah keliatan lebih tua dari Satoshi, padahal kalo dari umur tuaan Satoshi. Kalau Hikari karakternya masih tetap.. nangis mulu! Emang kalo soal nangis, aktris satu ini spesialisasinya! Tapi suka banget waktu dia ngomong 'Benedict Cumberbatch'; lucu banget dengarnya. Tapi kenapa nama karakternya Hikari juga ya? #kayaknyasengaja. Sedangkan karakter Haru dan Tadashi kurang tereksplor padahal akting Emoto bagus kayak biasanya dan Nomura juga ada kemajuan dari aktingnya di 35-sai no Koukouse. Justru Hashimoto Ai yang aktingnya makin ancur =..=

Dan karena tema dorama ini adalah keluarga, aku tentu saja suka. Apalagi sekeluarga ada lima bersaudara gitu, rame jadinya. Jadi iri sama Hikari yang punya kakak laki-laki dan adik laki-laki. Selain itu aku juga suka banget dengan scene akhir yang menampilkan foto-foto kakak beradik Sato semasa kecil, pada masih unyu-unyu semua. Tapi alur cerita dorama ini mirip Hitotsu Yane no Shita. Memang, sih aku belum liat versi original dari dorama ini, jadi nggak tau siapa yang nyontek siapa. Mungkin Hitotsu Yane no Shita nyontek versi originalnya dengan sedikit perubahan sana-sini atau Wakamonotachi yang merombak beberapa bagian dari versi originalnya dan sedikit nyontek Hitotsu Yane no Shita. Saa..!! 

Ya, bisa dibilang Wakamonotachi adalah dorama monopoli - seperti seorang teman aku di forum menyebutnya, bahkan dia sampe nggak mau nonton dorama ini - karena diisi oleh para aktor dan aktris yang itu-itu saja. Maksudnya tiap kali ada dorama yang scriptnya lumayan bagus/bagus pasti pemainnya dia lagi dia lagi. Contohnya seperti Eita dan Hikari. Tapi, kapan lagi coba bisa liat Satoshi, Eita, Hikari, Aoi dalam satu frame gini? Makanya terserah, deh mau dibilang dorama monopoli atau apalah, yang penting bisa lihat mereka berempat main bareng. Dorama ini juga jadi ajang reuni para pemainnya; Hikari - Eita (Soredemo Ikite Yuku), Satoshi - Hikari (Villain),  Satoshi - Aoi Yu (Tokyo Kazoku), Satoshi - Eita (Orange Days, Lunch Queen, Dororo), Aoi Yu -  Yoshioka Hidetaka (Dr. Koto Season 2), Satoshi - Nagasawa (Nada So So).
Walaupun masih punya kekurangan disana-sini dan dimonopoli pemain besar, tapi dorama ini nggak jelek-jelek amat, kok! Aku sendiri cukup terhibur dengan beberapa episode di awal dan di akhirnya (walaupun pertengahan terasa flat dan bosan). Dan tema keluarga selalu menjadi nilai tambah bagiku untuk menikmati sajian suatu dorama/film. 



  

 





***

Details

  • Title: 若者たち2014
  • Title (romaji): Wakamonotachi 2014
  • Format: Renzoku
  • Genre: Family
  • Episodes: 11
  • Viewership ratings: TBD
  • Broadcast network: Fuji TV
  • Broadcast period: 2014-Jul-09 to 2014-Sep-24
  • Air time: Wednesday 22:00
  • Theme song: Wakamonotachi by Moriyama Naotaro

Cast

Notes

  • Remake of 1966 Fuji TV drama "Wakamono Tachi".
  • Made to celebrate Fuji TV's 55 Anniversary
***Source: Dramawiki & Asianwiki










Sunday, April 20, 2014

Haitatsu Saretai Watashitachi (2013)


Haitatsu Saretai Watashitachi (2013)









Sawano Hajime (Tsukamoto Takashi) mengalami depresi berat. Dia kehilangan pekerjaannya, tidak memiliki impian atau keinginan untuk hidup. Selain itu, hubungannya dengan istrinya, Masami (Hasegawa Kyoko) dan anaknya yang berusia enam tahun, Teru, juga tidak berjalan dengan baik. Suatu hari, dengan tujuan ingin bunuh diri, Sawano mendatangi sebuah gedung bekas bioskop yang dibiarkan begitu saja. Dia menemukan tujuh buah surat yang dibuang tujuh tahun yang lalu. Dia lalu memutuskan untuk mengantarkan surat-surat tersebut sebagai penghitung mundur (countdown) akhir hidupnya. Surat pertama ditujukan untuk Okae Yu (Kuriyama Chiaki), yang membuka sebuah salon. Surat tersebut berasal dari ibunya, yang telah meninggalkan Yu dan ayahnya dan kawin lari dengan selingkuhannya. Melalui surat tersebut, Yu jadi memahami makna cinta dari ibunya dan rahasia anting berlian yang diterimanya. Yu pun sangat berterimakasih pada Sawano. Yu penasaran kenapa Sawano bisa mendapatkan surat tersebut. Sawano lalu menceritakan semuanya, termasuk 'penyakit' yang dideritanya dan keinginannya untuk bunuh diri. Prihatin dengan kondisi Sawano, Yu pun berusaha membantu Sawano untuk mengatasi 'penyakitnya' dengan hidup lebih positif. Di sisi lain, Sawano terus melanjutkan misinya mengirimkan sisa keenam surat lagi. Melalui pertemuan dan perpisahan dengan orang-orang yang alamatnya tertera di surat-surat yang dikirimkannya, Sawano bertemu dengan berbagai kisah hidup manusia.

Surat! Terdengar asing di jaman serba instan saat ini. Di jaman serba modern seperti sekarang ini, tentulah yang namanya menulis surat menjadi sesuatu yang sangat langka atau nyaris tidak dilakukan orang lagi. Bahkan mungkin banyak (terutama anak-anak dan remaja) yang tidak pernah menulis atau menerima surat atau bahkan tidak pernah tau seperti apa bentuk surat. Namun, justru menulis/menerima surat membuat ikatan emosional antara si penulis dan si penerima terasa lebih dekat dan dalam. Beda hal-nya dengan menulis di social media kayak facebook atau twitter. Dan hal itu udah ku alami sendiri dimana dulu setiap kali menulis surat pasti sekaligus membayangkan wajah si penerima surat dan ketika menerima balasan suratnya, wah.. rasanya sulit diungkapkan dengan kata-kata. Beneran! Bukan lebay, loh! Kalo yang pernah kirim surat dan dapat surat balasan pasti paham dengan apa yang kurasakan. Mungkin pesan ini juga yang ingin disampaikan oleh dorama berjudul Haitatsu Saretai Watashitachi yang diartikan sebagai We want to be delivered yang berdasarkan kisah nyata scriptwriternya sendiri, Isshiki Nobuyuki yang berjuang melawan depresi, dimana setiap surat yang diantarkan Sawano memiliki ceritanya masing-masing yang memiliki nilai emosional yang erat antara si pengirim dan penerima surat.

Awalnya aku cuma iseng aja pengen nonton ini karena faktor adanya Tsukamoto Takashi (yang mendadak telat aku suka). Apalagi cuma lima episode dan diputar di WOWOW (terpaksa nyebut merek) yang notabene menyajikan dorama-dorama bagus dan sampai saat ini dari beberapa dorama yang udah kutonton, belum ada yang mengecewakan. Ternyata dorama ini melebihi ekspektasiku, dimana selesai episode perdana, aku langsung ingin menonton lanjutan episodenya. Plot ceritanya benar-benar menarik menurutku - apalagi aku lagi dalam kondisi yang sangat stress, nyaris seperti yang dialami Sawano. Meskipun temanya berat; bunuh diri dan keterasingan, tapi dorama ini masih mempunyai sentuhan sense of humor yang setidaknya membuatku nyengir. Cerita di tiap episodenya juga menarik. Aku paling suka cerita tentang si nenek penjual dan kameramen olahraga dengan atlit maraton. Satu lagi yang ku suka dari dorama ini adalah tidak mengumbar cerita sedih yang mengharu biru dengan berlebihan walaupun temanya sendiri tentang depresi dan kesedihan. Selain itu, musiknya juga enak dan asik. Yang nggak begitu aku suka adalah endingnya yang terkesan terburu-buru menyelesaikan 'masalah' yang ada.

Tak bisa dipungkiri, akting para pemainnyalah yang menjadikan dorama ini semakin asik untuk diikuti. Kuriyama Chiaki, yang tentu saja karakternya memegang peranan besar di sini, menampilkan performa aktingnya yang memukau. Di satu sisi, kita akan merasa kesal, sebal bahkan menganggap karakter Yu bodoh dengan terlalu ikut campur urusan orang lain (dalam hal ini kehidupan pribadi Sawano). Namun, di sisi lain, kita juga merasa dia sebagai sosok yang hebat, membantu seseorang yang baru dikenalnya karena menganggap hidupnya tiba-tiba berubah karena surat yang diantarkan orang tersebut. Tapi ada satu adegan yang aku pribadi kurang setuju, dimana SPOILER!! Yu bahkan rela mengumbar tubuhnya dan mencium Sawano demi 'menghidupkan' kembali jiwa Sawano yang mati. Yu juga awalnya ingin bunuh diri karena juga depresi dengan kehidupannya yang ditelantarkan oleh ibunya dan kurang diperhatikan oleh sang ayah. Tapi setelah menerima surat dari ibunya tersebut, perlahan keinginannya bunuh dirinya hilang dan dia seperti menemukan kembali sesuatu yang pernah hilang. Karena itu dia bersikeras ingin membantu Sawano. Selain Kuriyawa Chiaki, ada juga Hasegawa Kyoko yang berperan sebagai istri Sawano, Masami yang setia menemani suaminya yang 'penyakitan' tersebut. Namun di sisi lain, Masami juga sebenarnya stress dan frustasi dengan kondisi sang suami. Aku jadi kasian dengan karakter ini tapi di sisi lain, juga sedikit kesal dengan karakternya. Tapi menurutku, sih dia juga nggak bisa serta merta disalahkan atas kasus Sawano karena Sawano sendiri juga nggak tegas awalnya. It's just my own opinion!

Karakter sentral dorama ini tentu saja Sawano Hajime yang diperankan oleh Tsukamoto Takashi. Biasanya lihat dia dapat peran yang kocak terus, liat dia serius di sini, jadi tambah menarik perannya. Bisa dibilang karakter Sawano ini menjadi karakter yang mungkin paling mudah dilakukan oleh Takashi, dengan hanya sedikit dialog dan hanya perlu kelihatan seperti orang yang tidak tertarik pada apapun. Mimik dan gesture yang ditampilkan Takashi udah cukup perfect seperti orang yang putus asa. Lucunya, walaupun ingin bunuh diri, Sawano sama sekali nggak mau bunuh diri dengan cara yang menyakitkan dan caranya haruslah nyaman. Awalnya, aku sebel liat karakter Sawano ini dengan 'penyakit'nya tersebut karena sepertinya dia hanya mau lari dari tanggung jawab sebagai seorang kepala rumah tangga, suami sekaligus ayah. Dia seperti orang yang nggak punya perasaan, seperti robot. Tapi ternyata akhirnya aku maklum dan dia emang nggak bisa disalahkan atas apa yang menimpanya sehingga dia jadi seperti itu. Bisa jadi aku juga bakal kayak dia kalo ngalamin hal yang sama! Selain ketiga pemain utama diatas, ada juga pemain lain yang turut meramaikan, seperti Horibe Keisuke, Emoto Tasuku, Sato Jiro, Ishiguro Ken, Nishioka Tokuma, Nakao Akiyoshi, Kurotani Tomoka, Tabata Tomoko dan Kyono Kotomi.

Akhirnya, buat yang suka nonton dorama dengan jumlah episode sedikit dan mencari tema yang unik berbeda, Haitatsu Saretai Watashitachi bisa dicoba, terutama buat yang lagi depresi dan ingin bunuh diri.










***

Details

  • Title: 配達されたい私たち
  • Title (romaji): Haitatsu Saretai Watashitachi
  • Format: Renzoku
  • Genre: Drama
  • Episodes: 5
  • Viewership rating: TBD
  • Broadcast network: WOWOW
  • Broadcast period: 2013-May-12 to 2013-Jun-09
  • Air time: Sunday 22:00
Cast
***Source: DramaWiki













Saturday, May 18, 2013

Shotenin Michiru no Mi no Uebanashi (2013)


Shotenin Michiru no Mi no Uebanashi (2013)






Kalo di lihat dari posternya, ini dorama bergenre misteri yang penuh adegan hantu gitu. Padahal nggak sama sekali. Tapi misterinya, sih ada! Ini dorama simple, tapi ceritanya nggak simpel. Loh, gimana, sih maksudnya? Ya, sebenarnya ceritanya simpel aja tapi juga cukup menguras psikologis.

Sesuai judulnya, dorama ini menceritakan kisah Michiru (Toda Erika), seorang gadis biasa yang kehidupannya pun bisa dibilang sangat sangat biasa dan [mungkin] membosankan di kota Nagasaki. Michiru bekerja sebagai karyawan di sebuah toko buku. Michiru berpacaran dengan Kyutaro selama setahun dan Kyutaro pun segera akan melamarnya. Sayangnya, Michiru yang kelihatannya lugu ini ternyata menjalin affair dengan salesman di toko buku tempat kerjanya yang berasal dari Tokyo dan sudah menikah, Toyomasu.



Suatu hari, Michiru disuruh bos dan teman kerjanya untuk membeli lotere. Tapi dia malah ikut Toyomasu ke Tokyo dan tinggal di sana sementara waktu. Michiru juga bertemu Takei, teman kecilnya yang diam-diam mencintainya. Dengan lotere yang dibawanya ke Tokyo, Michiru malah memenangkan uang 200 juta yen dari lotere tersebut. Tak seorang pun yang diberitahunya tentang uang tersebut. Tapi sejak itu, berbagai hal terus menimpa Michiru dan seketika hidupnya berubah total.

Buat yang nggak biasa nonton dorama model alur lambat gini, pasti udah langsung drop aja di episode awal karena memang alurnya nggak jelas mau gimana pas episode-episode awal. Bahkan sampe episode empat pun alurnya masih membingungkan. Tapi setelah itu, banyak kejutan-kejutan yang akan disajikan dan bikin kita akhirnya berujar, oh gitu, toh ternyata?! Bahkan saking penasarannya siapa lelaki yang selalu mengaku sebagai suami Michiru di tiap awal pembukaan, aku pun akhirnya memutuskan menonton dorama ini hingga tuntas. Dan akhirnya di dua episode terakhirlah baru twistnya terjawab. And it's unpredictable! Kenapa aku bilang gitu, karena memang beberapa karakter yang ada di sini tercipta dengan sendirinya alias terlihat nyata dimana kita nggak pernah tau kapan dan dimana kita akan berjumpa dengan seseorang yang mungkin kelak akan menjadi pasangan hidup kita. Seperti halnya yang dialami Michiru setelah melalui serentetan peristiwa dalam hidupnya.
Karakter Toda lagi-lagi naif (emang bawaan wajah kalee ya?!). Tapi aku makin suka sama si cantik ini karena aktingnya makin yahud! (Padahal awal kenal dia, sebel banget liat dia jadi Misa-misa di Death Note). Karakternya sebagai Michiru bikin aku sebel setengah mati, bahkan sampe ending. Tapi sesekali kasian juga liatnya, mungkin karena dia terlalu polos.


Lagi-lagi Kora-chan selalu dapat peran kayak gini, psikopat dengan wajah lugu dan senyum mematikan. Untung rambutnya nggak aneh-aneh atau botak kayak di film atau dorama dia sebelumnya yang bikin ke-kakkoi-annya ilang. Karakternya sebagai Takei benar-benar yang paling bikin aku masih nerka-nerka, apa sebenarnya motif terselubung yang ada di dirinya. Sumpah, liat wajah Takei kalo lagi senyum itu, nyeremin banget!!
Trus yang mencuri perhatianku adalah aktingnya Ando Sakura yang sebelumnya cuma figuran sekilas doank di Karamazov no Kyodai. Sayang, perannya juga nggak terlalu banyak di sini.
Pemain lainnya pun walau nggak dapat porsi yang banyak, tetap bermain ciamik dalam dorama 10 episode ini. Ada Emoto Tasuku yang merupakan suami Ando Sakura (wajah mereka emang mirip => jodoh!), ada Haru yang jadi Monkey King (MK) di Switch Girl (sempet nggak nyadar kalo dia si MK karena rambut pendeknya), Hamada Mari, Terashima Saki, dan lainnya.

Mungkin yang masih mengganjal buatku adalah endingnya yang gantung abis, dimana beberapa karakter seperti hilang dengan sendirinya tanpa diberi secara langsung kenapa bisa menghilang gitu. Dan juga penyelesaian konfliknya diserahkan kepada penonton sendiri berdasarkan sudut pandang masing-masing.

 







***

Details

  • Title: 書店員ミチルの 身の上話
  • Title (romaji): Shotenin Michiru no Mi no Uebanashi
  • Format: Renzoku
  • Genre:
  • Episodes: 10
  • Broadcast network: NHK
  • Broadcast period: 2013-Jan-08 - 2013-Mar-12
  • Air time: Tuesday 22:55 - 23:24
  • Theme song: Alone by U-Kiss

Cast

  • Toda Erika as Furukawa Michiru
  • Kora Kengo as Takei Teruo
  • Emoto Tasuku as Kanbayashi Kyutaro
  • Ando Sakura as Hatsuyama Haruko
  • Haru as Furukawa Chiaki
  • Terashima Saki as Takakura Erika
  • Arai Hirofumi as Toyomasu Kazuki
  • Hamada Mari as Tateishi Tateko
  • Asada Miyoko as Sawada Sanae
  • Hirata Mitsuru as Furukawa Tsugunori
  • Omori Nao

Notes

  • Based on Sato Shougo's novel "Life Story" (身の上話)


***Source: DramaWiki









Sunday, February 17, 2013

Osozaki no Himawari (2012)


[Pending]

Osozaki no Himawari (2012)





Waktu baca sinopsisnya, sih kayaknya nih dorama seru. Tapi liat ratingnya yang nggak nyampe 10 (lagi-lagi berpatokan pada rating!), jadi agak-agak gimana gitu mau mencobanya. Dan seperti biasa, nyoba episode perdananya duluan. 

 

Ceritanya tentang Kodaira Jotaro (Ikuta Toma) adalah seorang pemuda yang easy going seperti anak muda kebanyakan di Tokyo yang kurang gigih dalam berusaha. Jotaro adalah pekerja part time di sebuah perusahaan di Tokyo. Hidupnya mendadak berubah total ketika dia di-PHK dan diputusin pacarnya yang menganggap Jotaro belum bisa serius dalam menyikapi segala hal dalam hidup dan terkesan terlalu nyantai. 

 

Alhasil, Jotaro pun pulang kampung untuk sementara. Tapi dia malah merasa dirinya menjadi beban keluarganya, apalagi dengan statusnya yang sekarang penggangguran. Akhirnya Jotaro memutuskan untuk mencari pekerjaan lewat internet dan menemukan pekerjaan di sebuah kota terpencil dekat Shimanto River di Kochi prefektur dengan gaji besar. Tanpa mau ambil pusing, dia pun langsung melamar dan diterima. 

 
 

Di Kochi, Jotaro bertemu dengan orang-orang baru yang mengajarkannya banyak hal dan makna hidup yang selama ini tidak ditemukannya di Tokyo. Di sisi lain, Nikaido Kahori (Maki Yoko), seorang dokter dari Tokyo yang kembali lagi ke kampung halamannya di Kochi, sedikit banyak juga mengalami hal yang sama dengan Jotaro, yaitu krisis diri.


Pemainnya rata-rata aku kenal, nih (jarang-jarang, nih dalam satu dorama aku kenal banyak pemainnya) dan udah sering wara-wiri di film atau pun dorama kayak Kiritani Kenta (Jin), Kashii Yuu (Water Boys), Kuninaka Ryoko (Brother Beat), Emoto Tasuku (Water Boys Finale), Matsushige Yutaka (Proposal Daisakusen) dan tentu aja Ikuta Toma yang sukses bikin sakit perut waktu liat dia di Hanakimi. Cuma Maki Yoko yang bikin aku pangling gara-gara rambut pendeknya. Ternyata dia yang main di Summer Time Machine Blues. Tapi di dorama baru kali ini liat aktingnya. 


Ceritanya, sih berpotensi bagus kayaknya apalagi, kan temanya Life Renewed, tapi entah kenapa aku agak malas buat ngelanjutin nontonnya. Apa karena ceritanya terlalu plain atau entah karena lebih banyak dorama lain yang jauh lebih menarik? Entahlah! Tapi sebenarnya aku masih penasaran gimana cara me-Renew Life ala Jotaro. Padahal banyak juga yang bilang dorama ini bagus pesan moralnya. Yeah, next time (I dunno when the time is) maybe I'll try to watch again!.
 

Oh, ya opening songnya, Anata ni milik MONGOL800 dinyanyiin ulang sama pemain utamanya sendiri, loh!

 



Details

  • Title: 遅咲きのヒマワリ ~ボクの人生、リニューアル~
  • Title (romaji): Osozaki no Himawari ~Boku no Jinsei, Renewal~
  • Title (English): Late Blooming Sunflower –My life renewed-
  • Format: Renzoku
  • Genre: Human
  • Episodes: 10
  • Viewership rating: 9.2%
  • Broadcast network: Fuji TV
  • Broadcast period: 2012-Oct-23 to 2012-Dec-25
  • Air time: Tuesday 21:00
  • Theme song: Jotoku by Mr. Children
  • Opening song: Anata ni by MONGOL800 (as sang by the main cast)
 Cast
  • Ikuta Toma as Kodaira Jotaro
  • Maki Yoko as Nikaido Kahori
  • Kiritani Kenta as Fujii Junichi
  • Kashii Yu as Morishita Ayaka
  • Emoto Tasuku as Matsumoto Hiroki
  • Kimura Fumino as Imai Haruna
  • Kuninaka Ryoko as Shimada Sayori
  • Taguchi Junnosuke as Aoyama Kaoru
  • Yashiba Toshihiro as Shimada Hisashi
  • Ihara Ryoka as Shimada Mei
  • Matsushige Yutaka as Kusaka Tetsuya

Recognitions




 ***source: DramaWiki