Showing posts with label Takeda Tetsuya. Show all posts
Showing posts with label Takeda Tetsuya. Show all posts

Friday, November 7, 2014

101st Marriage Proposal (1991)


101st Marriage Proposal (1991)




 




Dorama jadul jadi alternatif tontonan sejak dorama-dorama baru kebanyakan nggak menarik dan temanya itu-itu mulu. Salah satu dorama yang sangat lawas adalah 101st Marrige Proposal. Dan banyak yang bilang kalo dorama ini merupakan salah satu dorama klasik yang bagus. Nggak tau juga, sih dorama ini pernah diputar di stasiun tivi kita atau nggak.

Ceritanya sendiri seperti kisah Beauty and the Beast, dimana Hoshino Tatsurou (Takeda Tetsuya), seorang pria yang telah berumur, telah 99 kali ditolak lamarannya (omiai). Tak ada yang bisa diandalkan dari seorang Tatsurou yang tidak tampan, tidak pintar dan tidak kaya kecuali hatinya yang baik, putih bersih bagaikan salju. Pada omiai yang ke-100, dia bertemu dengan Yabuki Kaoru (Asano Atsuko), seorang pemain cello yang cantik dan berbakat. Tatsurou langsung jatuh hati pada Kaoru. Namun Kaoru menyimpan kesedihan yang begitu mendalam karena tiga tahun lalu tepat di hari pernikahannya, calon suaminya meninggal karena kecelakaan. Lalu bagaimana cara Tatsurou merebut hati Kaoru? Berhasilkah dia dalam omiai-nya yang ke-100 ini?

Melirik genrenya yang romance, aku jadi agak berat nih menontonnya. Dan ternyata tepat dugaanku. Baru menyicip dua episode, aku sempat vakum lama baru kemudian melanjutkan menontonnya lagi. Itu pun karena taruhan dengan teman di sebuah forum. Sekedar info, taruhan ini bisa dibilang saling tukar koleksi tontonan dorama. Jadi temanku memilihkan dorama ini buat ku tonton dan begitu juga aku memilihkan dorama apa yang harus di tonton temanku. Dorama ini, sih bukan pilihan yang buruk, hanya saja mungkin agak sukar buatku menontonnya karena genrenya. Memang, sih adegan cinta-cintaan basi ala dorama/film romance nggak begitu banyak tapi yang paling bikin stress nontonnya tuh, karena karakter Kaoru sendiri. Malas banget liat karakter ini dikit-dikit nangis di tiap scenenya. Hello... Kaoru itu udah berumur 30 tahun, loh tapi kenapa juga masih terlalu labil gitu? Iya, sih paham.. kalo dia sedih banget kehilangan orang yang dicintainya tepat di hari pernikahannya tapi itu udah tiga tahun berlalu, harusnya nggak selabil itu hatinya?! Entahlah! *sigh. Dan Tatsurou juga bego! Malah rela segitunya berkorban. Paham.. paham.. mungkin karena takut gagal lagi kali, ya makanya kali ini dia ngebet banget. Tapi jadi mikir, kalo si wanita nggak secantik Kaoru apa bakal ngebet gitu juga dan rela berkorban? Hmm..

Untunglah karakter-karakter lainnya menyelamatkanku dari kebosanan tingkat dewa pada dua karakter utamanya. Suka dengan karakter Junpei dan Chie yang saling mensupport saudara mereka masing-masing. Suka juga melihat keakraban keduanya. Berharap scene keduanya lebih banyak, sih! Selain itu juga suka dengan karakter Ryoko dan Naoto. Karakter Naoto ini awalnya aku kurang senang, tapi akhirnya malah jatuh hati karena sifat gentlenya. Dan yang paling ku suka, tuh karakter Momoko, sahabat Kaoru. Karakter seperti Momoko ini memang selalu dapat peran dikit dan hanya sebagai penghibur belaka, tapi sebenarnya punya peranan yang cukup penting.

Ending ceritanya sendiri sebenarnya udah bakalan bisa ketebak begitu kita menonton dorama ini, tapi hal tersebut tak masalah karena proses keseluruhan yang disajikan dalam dorama ini yang jauh lebih penting. Bagaimana kisah perjalanan cinta Tatsurou mendapatkan wanita impiannya itu justru yang menarik, membuat emosi naik turun bercampur dengan rasa bahagia, sedih, marah, bahkan frustasi. Sampai-sampai aku sering mengumpat sendiri menyaksikan tingkah 'stupid' Tatsurou mendapatkan cintanya. Ya, stupid! karena sebenarnya wanita yang dikejarnya bukanlah seorang malaikat yang baik hatinya tapi dia sampai berkorban sebesar itu. Dan si wanita pun sama 'stupid'-nya nggak menyadari ada orang baik seperti Tatsurou ini. Oh.. well!! Emosional banget aku nontonnya! *sigh.

Bahkan aku jadi nggak suka dengan akting Asano Atsuko yang terlihat lebay di sini. Terutama terlihat annoying banget tiap kali dia menggerakkan salah satu kepalanya. Nggak tau, sih apakah itu tuntutan peran atau memang habit-nya sendiri seperti Sakai Masato yang tiap main di dorama/movie pasti gerakan bibirnya sangat menggangguku. Jujur aja, sih baru ini dorama Asano yang ku tonton komplit. Sempat nyoba satu episode Naruyouni Narusa tapi aku sama sekali nggak ingat gimana cara berakting aktris ini. Sedangkan Takeda Tetsuya nggak ada masalah dengan aktingnya. Nggak nyangka aja pertama kali kenal om satu ini malah jadi detektif di Byakuyako. Ada om ganteng Eguchi Yosuke yang masih identik dengan rambut panjangnya di era awal 90-an. Karakter Junpei yang diperankannya emang loveable banget. Tanaka Ritsuko yang jadi Chie mainnya bagus. Oya, Tanaka alisnya masih asli, belum dicukur dan menurutku unik banget; suka liatnya! Ishida Yuriko emang udah cantik asli sejak mudanya. Sumpah, wajahnya, tuh manis banget! Nggak bosan-bosan liatnya! Tipikal gadis jaman dulu banget. Pakaian kantor yang dikenakannya mirip banget modelnya sama model pakaian kantor mamaku jaman dulu, LOL!! Asada Miyoko yang jadi Momoko ternyata mamanya Irie Naoki. *nyadarnya lama. Dan om Takeuchi Riki yang sangat serem banget tampangnya kayak yakuza di Zenkai Girl, nggak nyangka pas mudanya guantenggg abis! Pasti efek balik dari Jerman, nih makanya jadi seram gitu, LOL!!

Yeah.. walaupun masih menampilkan beberapa plot basi ala dorama romance, secara keseluruhan ceritanya cukup bagus, kok! Tapi yang paling nggak bisa ku tolerir adalah  munculnya karakter Fujii yang merusak suasana dari dorama ini sendiri. Untung ini dorama jadul, kalo nggak bakalan langsung ku drop saat itu juga. Dan lagi, menurutku 12 episode terlalu kebanyakan. 9 episode udah cukup seharusnya menuntaskan keseluruhan ceritanya tanpa perlu menambahkan munculnya karakter baru. Walaupun begitu dorama ini tetap worth watching, terutama buat penggemar romance dorama, wajib sekali menonton dorama ini. Oh, ya jangan lupa siapin tisu yang banyak kalo kamu orangnya gampang mewek tiap nonton yang sedih.






***

Details

  • Title: 101回目のプロポーズ
  • Title (romaji): 101 kaime no puropozu / Hyakuikkaime no Puropozu
  • Title (English): 101 Proposals / The 101st Proposal
  • Genre: Romance
  • Episodes: 12
  • Viewership ratings: 23.6
  • Broadcast network: Fuji TV
  • Broadcast period: 1991-Jul-01 to 1991-Sep-16
  • Theme song: "SAY YES" by Chage & Aska

Cast

 Episode Titles
  • Ep 01: Fateful Arranged Marriage Meeting
  • Ep 02: First Bet
  • Ep 03: I'll Make You Happy
  • Ep 04: When Love Begins to Move
  • Ep 05: Can You Marry Without Love?
  • Ep 06: Engagement
  • Ep 07: Unbelieveable! That Person...
  • Ep 08: Sad Engagement Ring
  • Ep 09: Give Me Back My Fiance
  • Ep 10: I Won't Give Up
  • Ep 11: The Goddess of Love!
  • Ep 12: SAY YES!

***Source: Dramawiki












Sunday, July 14, 2013

Strawberry Night (2012)


Strawberry Night (2012)









Himekawa Reiko (Takeuchi Yuko) adalah Ketua Tim 10 Divisi Investigasi Kepolisian Tokyo. Reiko adalah satu-satunya wanita di divisi tersebut. Banyak yang tidak menyukainya dan menyepelekannya karena dia lebih sering bertindak berdasarkan insting. Tapi dia selalu mempertahankan pendapat yang dianggapnya benar meskipun sering terintimidasi. Kikuta Kazuo (Nishijima Hidetoshi), Hayama Noriyuki (Koide Keisuke), Ishikura Tamotsu (Ukaji Takashi), Yuda Kohei (Maruyama Ryuhei) adalah anak buah Reiko yang sangat menghormatinya dan tim mereka sangat solid. Berdasarkan novel misteri terlaris karangan Honda Tetsuya yang telah terjual lebih dari 1,5 juta kopi. Strawberry Night tidak hanya menceritakan soal kasus kejahatan, tapi juga menceritakan pribadi tiap karakternya, tentang tugas dan masalah yang harus mereka hadapi, hubungan antar karakter, harga diri, kebanggaan dan ketulusan menjalani profesi mereka sebagai detektif.

Sebelum renzokunya, ditayangkan dulu tanpatsunya dua tahun sebelumnya. Jadi kalo nggak nonton SP-nya tersebut, kemungkinan akan bingung dengan hubungan antar karakternya dan kenapa judulnya Strawberry Night. Beberapa kali ada, sih flashback dari SP-nya tersebut. Kekuatan utama dorama ini terletak pada karakter utamanya yang seorang wanita. Sedangkan penanganan kasus-kasus kejahatannya nggak begitu spesial dan terkadang pelakunya ketebak dengan mudah.

Walaupun karakter Himekawa menjadi daya tarik utama dorama ini, tapi aku nggak begitu suka dengan karakternya tersebut. Kendati dia seorang detektif yang hebat, berani, independen dan profesional, tapi sikapnya ke orang tuanya terutama ibunya sedikit kurang sopan dan cenderung melawan. Memang, sih mungkin sikapnya yang seperti itu karena pengaruh masa lalunya, tapi sebagai seorang wanita yang dewasa, sikapnya malah terkesan kekanak-kanakan. Tapi kalo udah berargumen dengan para lelaki di kepolisian, aku paling suka, tuh soalnya sebagai seorang wanita (ciee..), dia bisa mematahkan argumentasi para pria yang mengintimidasinya tersebut. Takeuchi Yuko memang pantas dipilih untuk memerankan karakter Himekawa sehingga kadang aku berpikiran kalo Yuko itu aslinya mungkin memiliki karakter yang sama dengan karakter yang dibawakannya tersebut.

Karakter Kikuta terlalu keliatan kalo suka sama Himekawa tapi sok cool terus. Yeah, mungkin susah mengungkapkan perasaan tersebut karena faktor bos dan anak buah. Ternyata dia yang main di Double Face. Pantasan aja wajahnya kok kayak familiar gitu. Karakternya yang cool, tenang dan tanpa ekspresi itu bikin gemes. Kikuta ini bisa dibilang tangan kanannya Himekawa-shuunin. Nishijima Hidetoshi memang nggak sekeren waktu di Double Face, tapi aku suka karakternya di sini sebagai Kikuta. Ke-cool-annya itu benar-benar bikin penasaran. Apalagi ada satu adegan yang 'wow' banget antara Kikuta dan Himekawa, hihihi...

Noriyuki yang dipanggil Nori oleh shuunin-nya, awalnya pesimis dan kecewa dengan bosnya yang seorang wanita. Apalagi dia punya trauma masa lalu yang membuatnya berpikiran kalo seorang wanita itu haruslah dilindungi karena mereka lemah. Tapi lama kelamaan pandangannya tersebut berubah total ketika semakin mengenal Himekawa yang tangguh. Jujur aja, tiap kali liat Koide Keisuke pasti keingatnya sama Okuyama Masumi di  Nodame Cantabile. Padahal jelas-jelas perannya di sini serius dan bukan konyol kayak Masumi. Sedangkan Ishikura sebagai yang paling sepuh di tim selalu dipasangkan bersama dengan Yuda yang paling junior. Ukaji Takashi udah nggak asing di dunia perdoramaan dan dorama yang dibintanginya udah  bejibun. Sedangkan Maruyama Ryuhei baru kali ini aku tonton doramanya. 
Selain itu, ada Hashizume-shachou (Watanabe Ikkei) paling sensian liat Reiko dan hampir selalu menentang pendapat Himekawa. Sedangkan Imaizumi-shachou (Takashima Masahiro) bersikap netral walaupun sebenarnya lebih pro ke Reiko. Kusaka Mamoru (Endo Kenichi) sebagai ketua tim divisi lain, merupakan saingan berat tim besutan Himekawa. Dia nggak suka cara Himekawa yang selalu mengandalkan insting ketimbang logika dan fakta. Walaupun saingan, tapi fair, kok! Justru yang agak sedikit curang adalah Katsumata Kensaku (Takeda Tetsuya) yang suka nyuri spot duluan. Selain itu dia juga suka banget berdebat, mematahkan pendapat Himekawa dan menyepelekannya. Tak ketinggalan ada Namase Katsuhisa yang jadi Ioka Hiromitsu yang paling suka gangguin Reiko dan sering merasa geer kalo Reiko suka padanya.

Jika endingnya terkesan gantung dan masih banyak teka-teki belum terjawab, ya wajar soalnya memang ada season 2 nya. Disarankan untuk menonton SP-nya dulu baru nonton renzokunya ini. Akhir kata, I love the theme song dan jadi langsung ngefans dengan GReeeeN yang bawain theme songnya, Misenai Namida wa, Kitto Itsuka.






 ***
 Details
  • Title: Strawberry Night
  • Format: Renzoku
  • Episodes: 11
  • Viewership rating: 15.3% (kanto)
  • Broadcast period: 2012-Jan-10 to 2012-Mar-20
  • Air time: Tuesday 21:00
  • Theme song: Misenai Namida wa, Kitto Itsuka by GReeeeN

Cast


Episode Titles
  • Ep. 01: Symmetry
  • Ep. 02: I don't punch with my right
  • Ep. 03: I don't punch with my right
  • Ep. 04: Taking justice too far
  • Ep. 05: Taking justice too far
  • Ep. 06: The infection game
  • Ep. 07: The bad seed / Japanese star anise
  • Ep. 08: The bad seed / Japanese star anise
  • Ep. 09: Soul Cage
  • Ep. 10: Soul Cage
  • Ep. 11: Soul Cage

Notes

  1. Based on Tetsuya Honda's detective novel "Strawberry Night" (first published by Kobunsha onFebruary 25, 2006).
Awards

 Source: DramaWiki & AsianWiki















Saturday, June 29, 2013

Strawberry Night SP (2010)


Strawberry Night SP (2010)










Himekawa Reiko (Takeuchi Yuko), seorang detektif wanita yang ditugaskan di Metropolitan Police Department (MPD) mendapatkan kenaikan pangkat yang cukup cepat berkat usaha dan kerja kerasnya. Himekawa menjadi satu-satunya kepala tim wanita di MPD. Oleh karena itu dia sering dianggap remeh oleh atasan dan rekan-rekannya sesama detektif lainnya yang kesemuanya adalah laki-laki. Kata-katanya yang tajam dan lebih sering mengandalkan instingnya menjadi bahan cemoohan yang paling sering didapat Himekawa dari senior dan atasaannya. Tapi dia bersikap tak acuh dan terus bekerja keras menangani setiap kasus yang terjadi. Salah satu kasus yang sedang ditanganinya adalah kasus pembunuhan keji dimana korban ditemukan dalam kondisi terbungkus plastik di semak-semak dengan sekujur tubuh penuh luka pecahan kaca. Bersama timnya yang solid, Himekawa pun berusaha menguak kasus pembunuhan yang bernama "Strawberry Night" tersebut.

Judulnya yang menarik, Strawberry Night, membuatku pengen menonton dorama berdurasi 107 menit ini. Apalagi aku memang lagi bosan nonton renzoku dan pengen nonton tanpatsu aja. Ternyata Strawberry Night itu adalah sebuah kasus pembunuhan dimana cara memilih korbannya itu dengan cara aneh bin unik. Para korban sama sekali nggak punya kesamaan satu sama lain seperti kasus pembunuhan berantai lainnya. Para polisi jelas aja menjadi bingung kenapa para korban tersebut menjadi target. Bahkan kapan dan itu terjadi sebenarnya juga nggak bisa dilacak. Para korban ditemukan dalam kondisi sangat memprihatinkan, di berbagai tempat terpisah.

Tim Himekawa yang terdiri dari Himekawa sendiri, Kikuta (Nishijima Hidetoshi), Otsuka (Kiritani Kenta), dan Ishikura (Ukaji Takashi) ditambah Ioka (Namase Katsuhisa) yang baru naik pangkat dan ditansfer ke MPD dan seorang detektif muda berbakat, Kitami (Hayashi Kento), bekerja keras untuk memecahkan kasus tersebut. Asik banget liat Tim Himekawa ini, mereka kompak, saling support satu sama lain, udah kayak saudara sendiri dan sering makan bareng di luar. Yang menarik lagi, para anggota tim Himekawa tersebut sangat menghormati Himekawa sebagai kepala Tim tanpa memandang perbedaan gender dan selalu melaksanakan perintah yang diberikan Himekawa.

Sosok Himekawa itu unik. Di satu sisi dia terlihat begitu dingin, powerful, pekerja keras, pantang menyerah tapi di sisi lain dia juga rapuh dan takut. Sebenarnya sisi lemahnya tersebut karena dia masih trauma oleh masa lalunya. Himekawa pernah diperkosa dan di tusuk tubuhnya oleh seorang pemerkosa berantai ketika dia remaja. Makanya, setiap melintas sendirian di jalan sekitar taman, dia merasa takut karena taman tersebut mengingatkannya pada peristiwa buruk yang menimpanya. Tapi, kok dia bisa jadi polisi? Nah, itu karena saat dia merasa sangat terpukul atas kasus yang menimpanya tersebut, seorang detektif wanita bernama Sata Michiko (Kuninaka Ryoko) yang menangani kasusnya selalu datang menghiburnya tanpa memaksanya harus mengingat peristiwa buruk tersebut. Kalo polisi lain, kan pasti nanya yang macam-macam dulu tanpa mempedulikan kesehatan psikologis korban yang. Beda dengan Sata yang mampu memahami kondisi Himekawa saat itu. Kehadiran Sata itulah yang menginspirasinya untuk menjadi seorang detektif juga kelak seperti Sata, ketika detektif tersebut terbunuh dalam kasus yang ditanganinya. Hmm.. ternyata di Jepang sana bisa, ya jadi polisi tanpa memandang masa lalu seseorang? Kalo di sini, sih banyak aturan blablabla dimana seorang polisi harus blablabla juga, yah.. you know what I mean, right? Nah, ada satu hal yang aku kurang suka dari sifat Himekawa yaitu sikapnya yang agak membangkang dari orang tuanya, terutama mamanya. Sebagai info, dia masih tinggal bersama orang tuanya (agak aneh, sih untuk wanita Jepang seusianya masih tinggal sama ortu), tapi karena sering cekcok sama mamanya, dia memilih tinggal sementara di hotel. Sebenarnya kalo dipikir-pikir lagi, nggak usah sampe segitunya, sih sifatnya sama mamanya itu, tapi mungkin karena dia orangnya keras, jadi sikap perhatiaan mamanya yang agak berlebihan itu dianggap annoying. Akting Takeuchi Yuko memang keren banget sebagai Himekawa.

Tangan kanan Himekawa adalah Kikuta yang sikapnya cool abis, sampe-sampe nyaris tanpa ekspresi. Kalo bukan karena Nishijima Hidetoshi yang meranin karakter Kikuta ini, pasti, deh karakter ini nggak bakal keliatan aura charmingnya. Lama banget, loh aku baru sadar kalo itu Nishijima Hidetoshi yang main di Double Face. Hubungan Kikuta dengan Himekawa ini juga agak unik. Kikuta kayaknya ada ’feeling’ sama Himekawa, tapi mengingat Himekawa adalah bossnya, jadinya susah mengutarakan perasaannya itu. Apalagi Himekawa terkenal dingin menyangkut masalah gituan. Otsuka yang diperankan oleh Kiritani Kenta, bisa dibilang masih hijau dalam bidang pengalaman. Dia sangat mengagumi sosok sang boss, Himekawa yang mengajarkannya banyak hal. Ishikura, sebagai anggota paling tua umurnya sama sekali nggak menganggap dirinya lebih baik dari Himekawa dan selalu siap mengerjakan apapun perintah sang boss. Akhirnya di sini Ukaji Takashi dapat peran jadi orang baik lagi setelah beberapa doramanya yang ku tonton selalu jadi karakter antagonist. Kitami yang diperankan oleh Hayashi Kento - dimana aku baru selesai nonton dorama terbarunya Karamazov no Kyodai - merupakan anggota baru di tim Himekawa sudah mempunyai banyak prestasi yang diraih. Harusnya dia udah mendapat jabatan tinggi karena dia adalah anak salah seorang kepala kepolisian, tapi dia memilih memulai karir dari bawah dan saat ini dibawah training Ioka. Nah, Ioka yang pernah dipasangkan dengan Himekawa sebelumnya, akhirnya bekerjasama dengan Himekawa lagi. Karakter Ioka ini nggak jauh-jauh dari karakter-karakter lainnya yang pernah diperankan oleh Namase Katsuhisa, lucu bin annoying. Ioka paling suka merayu Himekawa dan merasa kepedean disukai Himekawa. Karakter Ioka ini sukses bikin aku ketawa, minimal senyum-senyum sendiri nggak jelas liatnya, hohoho... Dua orang detektif senior, Kusaka (Endo Kenichi) dan Katsumata (Takeda Tatsuya) merupakan ’musuh utama’ Himekawa. Yang satu paling benci kalo Himekawa lebih mengandalkan insting ketimbang logika. Yang satu lagi lebih parah, menganggap remeh Himekawa karena dia seorang wanita. Kerjaannya nyari gara-gara mulu sama Himekawa. Himekawa jelas aja nggak mau kalah. Lalu, boss Himekawa sendiri Imaizumi (Takashima Masahiro) orangnya pengertian dan suka dengan kerja keras Himekawa. Berbanding terbalik dengan superior mereka Hashizume (Watanabe Ikkei) yang sensian liat Himekawa dan selalu underestimated padanya.

Dalam dorama ini diperlihatkan cara-cara unik yang tak terduga yang dilakukan Himekawa dalam mengungkap kasus, seperti kasus Strawberry Night ini. Soal Strawberry Night sendiri, yang seru adalah bahwa mastermind dalam semua pembunahan keji Strawberry Night tersebut bukanlah orang yang normalnya kita anggap sebagai tersangka karena imagenya yang sangat berbeda dengan image para pelaku kriminal selama ini. Stereotype pelaku kejahatan serta merta berubah sehingga kita sebagai orang awam harus selalu waspada. Apa yang terlihat nggak masuk akal, nyatanya malah masuk akal di jaman sekarang ini. Intinya jangan menilai orang dari luarnya aja. Waspadalah!











***

Details
  • Title: ストロベリーナイト
  • Title (English): Strawberry Night
  • Genre: Crime, Detective
  • Broadcast network: Fuji TV
  • Format: Tanpatsu
  • Viewership rating: 14.0 (Kanto)
  • Broadcast date: 2010-Nov-13
  • Air time: 21:00-23:10 
  • Theme song: EUPHORIA by Shibasaki Kou

Cast


***Source: DramaWiki