
Sebenarnya dorama ini udah pernah di putar di tivi tapi waktu ku tonton sekilas malah nggak lucu. Ya, pasti karena efek dubbing yang bikin lawakannya garing,
zzz... Karena sekarang lagi nyari dorama bergenre komedi dengan tema yang agak nggak biasa, akhirnya memutuskan untuk menonton dorama ini. Dan kebetulan pas nonton ini, aku baru aja kelar nonton
Hanzawa Naoki dan kalian pasti tau kalo yang jadi pemeran utama di dorama ini adalah istrinya Hanzawa Naoki yaitu
Ueto Aya. Yuk, mari kita bahas dorama ini.
Attention Please!

Kehilangan figur seorang ibu di usia kecil dan dibesarkan di
lingkungan dominan pria, membuat
Misaki Yoko (Ueto Aya) menjadi gadis tomboy. Yoko
anaknya keras kepala dan benci ketidakjujuran. Sejak kecil, dia merasa
lebih nyaman jika berada di antara para laki-laki dibanding perempuan.
Yoko merupakan vokalis sebuah band di kotanya. Namun karena salah
seorang personilnya,
Tsukasa memutuskan pindah ke Tokyo karena mendapat
tawaran kerja di sana, band tersebut pun bubar. Ketika mengantarkan
Tsukasa ke bandara, para personil lainnya yang memang cowok semua kagum
melihat para cabin attendant. Yoko malah bingung apa hebatnya para
Cabin
Attendant (CA) itu sampe membuat para lelaki takjub. Tiba-tiba Tsukasa
nyeletuk kalo dia pengen lihat Yoko mengenakan seragam karena selama ini
Yoko selalu berpenampilan tomboy. Teman-temannya yang lain malah
tertawa karena mereka hal tersebut mustahil. Ternyata ucapan Tsukasa itu
malah merubah hidup Yoko untuk selamanya. Merasa disepelekan, Yoko pun
mendaftar sebagai CA. Dan tentu aja keterima. Kalo nggak bakal lain tema
ceritanya :D


Akhirnya dimulailah training di JAL (Japan Air Lines), dimana kelas Yoko dilatih oleh CA senior
Mikami Tamaki (Maya Miki). Yoko pun berteman dengan
Wakamura Yayoi (Aibu Saki) dan
Sekiyama Yuki (Otsuka Chihiro). Karena kelakuan Yoko yang "asal" itu, dia menjadi ajang bulan-bulanan dan sindiran
Hirota Saori (Uehara Misa)
and the gank di kelas.
Dasar Yoko, dia sama sekali nggak peduli dan membalas ucapan Saori yang pedas itu dengan lebih pedas lagi. Yoko juga nggak sengaja berkenalan dengan seorang
flight engineer
bernama
Nakahara Shota (Nishikido Ryo) yang akhirnya menjadi teman dekat. Selain itu ada
Tsutsumi Shuusuke (Koizumi Kotaro), seorang pilot-training yang juga playboy cap teri, kapten
Sakurada Shinya (Kohinata Fumiyo), CA senior
Higashino Haruka (Otomo Minami) dan
Asou Kaoru (Fueki Yuko) yang selalu dibuat kesal oleh Yoko, trainer
Kinoshita Asami (Nanase Natsumi) yang anti-Yoko, ketua
Nagano (Ishikawa Maki), flight engineer senior
Watanabe Makoto (Koichi Mantaro) serta pemilik tempat makan sekaligus ayah Yayoi,
Wakamura Shozo (Asano Kazuyuki) yang menemani hari-hari Yoko untuk mencapai cita-citanya menjadi seorang Cabin Attendent yang hebat. Berhasilkah Yoko meraih impiannya tersebut?
Huuaa... jujur, aja, nih.. nonton dorama ini seperti membalaskan dendamku yang nggak kesampaian untuk menjadi pramugari. Dan ternyata, ya menjadi seorang cabin attendant itu nggak
mudah, loh! Nggak cuma modal tampang oke dan fisik yang tinggi aja.
Semuanya harus bisa mereka pelajari. Cara berjalan, tersenyum, bicara,
membungkukkan badan aja sampe pake tiga versi, sampe harus bisa juga
menangani hal-hal darurat yang terjadi di pesawat kayak membantu
penumpang yang sakit (serangan jantung misalnya), atau melahirkan.
Wow! Wow! Wow! Tapi nggak tau juga, sih apa di sini (baca: Indo) latihannya se-strict itu. Secara apa-apa, kan bisa pake
money kalo di sini.
Yayaya... #abaikan! Mari kita lanjut!
Komedinya, sih lumayanlah walaupun belum ada yang bisa ngalahin kekocakan
Hanazakari no Kimitachi e. Jelas, yang bikin lucu tentu aja aksi-aksi konyol Yoko, terutama ketika training. Ngeliat
Yoko, jadi teringat teman kuliahku yang sifatnya mirip. Sumpah, orang
kayak gitu emang nyebelin banget. Tapi kalo nggak dia emang nggak rame,
sih! Dan orang kayak gitu selalu aja beruntung dalam hidup #sigh. Yang ku suka dari karakter Yoko adalah sifat pantang menyerahnya. Walaupun diremehkan oleh orang lain, dan hampir mau menyerah karena merasa pekerjaan sebagai CA sama sekali nggak cocok untuk dirinya, tapi akhirnya dia bangkit lagi dan tetap semangat serta bertekat kuat ingin menjadi The Best Cabin Attendent suatu hari nanti.
If only I can be like her #sigh!

Ueto Aya malah aku kenal duluan lewat perannya di Hanzawa Naoki. Eh, nggak, deng. Pertama liat di
Itsuka Hi no Ataru Basho de
tapi waktu itu aku nggak ngeh kalo itu dia dan aktingnya nggak suka
sehingga doramanya pun langsung drop di episode perdana. Abis liat jadi
Hana di Hanzawa Naoki, baru, deh suka sama aktingnya. Ryo-kun
kakkoi banget. Dengan mata sayunya.. uh.. nggak kuat. Kayaknya aku jadi suka lagi sama Ryo. Dulu emang sempat ngefans sampe nyimpan foto-fotonya banyak dalam folder. Trus beralih ke pria lain (heeh??) dan sekarang jadi suka lagi.
And.. his voice.. so sexyyyy!!


Sedangkan
Maya Miki pertama liat di
Buzzer Beat sebagai mamanya Yamapi. Trus di
Shinkansen Girl. Ternyata karena perannya di sini makanya dia dapat peran sebagai trainer lagi di Shinkansen Girl.
Aibu Saki, yang reunian lagi dengan Maya Miki di Buzzer Beat, akhirnya aku liat perannya lagi sebagai cewek baik-baik setelah belakangan ini liat dia jadi antagonis mulu. Karakternya sebagai Yayoi yang naif cukup baik dibawakan olehnya. Aibu Saki lagi-lagi membuktikan kalo dia bisa berakting, jadi protagonis ataupun antagonis sama baiknya.
Uehara Misa yang awalnya ku kenal sebagai pacarnya Chiaki-senpai di
Nodame Cantabile, jadi karakter yang paling sensi liat Yoko. Apalagi tampang judesnya emang mendukung banget, kan?!.
Otsuka Chihiro lagi-lagi dapat peran yang sama di
Byakuyako pasti gara-gara main di dorama ini. Eh, ada
Kaela Kimura yang nyanyiin theme songnya "Oh Pretty Woman", sebagai cameo di dorama ini.
No comments:
Post a Comment