Showing posts with label Hamada Mari. Show all posts
Showing posts with label Hamada Mari. Show all posts

Saturday, February 8, 2014

Voice (2009)


Voice (2009)












Jurusan forensik menjadi salah satu jurusan yang kurang populer di dunia kedokteran. Oleh karena itu, jurusan tersebut lebih banyak diisi oleh orang-orang yang memang menyukainya atau yang beridealisme tinggi saja. Itulah kenapa seminar kedokteran forensik kali ini pun hanya diikuti oleh lima orang mahasiswa saja. Kaji Daiki (Eita), seorang mahasiswa yang sebenarnya tidak memilih jurusan forensik tapi dosennya malah menempatkannya di jurusan tersebut lantaran sifat ingin tahu Daiki yang luar biasa besar; Ishimatsu Ryosuke (Ikuta Toma), yang memilih jurusan forensik karena tidak berani berhadapan dengan pasien hidup sehingga keputusannya tersebut ditentang oleh ayahnya yang juga seorang dokter yang menginginkan Ryosuke meneruskan memimpin rumah sakit milik mereka; Kuboaki Kanako (Ishihara Satomi), satu-satunya mahasiswi yang memilih forensik karena ingin mencari tahu penyebab kematian ibunya; Kirihata Teppei (Endo Yuya), yang masuk forensik karena terinspirasi dari serial favoritnya CSI dan Hanei Akira (Sato Yuki), mantan berandalan yang masuk forensik karena forensik yang menyelamatkan dirinya dari tuduhan pembunuhan. Mereka berlima pun menyelidiki penyebab kematian para korban melalui forensik. Dengan forensik tersebut, mereka berusaha menyampaikan pesan "suara (voice)" dari para mayat tersebut kepada anggota keluarga mereka yang masih hidup.

Kalo biasanya acara menyelidiki penyebab kematian seseorang dilihat dari sisi detektif/polisi kali ini dari sisi bagian forensik. Mayat-mayat tersebut diotopsi guna penyelidikan penyebab kematian mereka. Omoshiro, nee?! Ya, sekilas jadi ingat CSI sih.. cuma dorama ini fokusnya ke forensik doank. Dan karena fokusnya ke forensik, dorama ini jadi terkesan lambat banget temponya dan bikin ngantuk. Aku aja cukup lama buat namatin nontonnya. Tapi ide cerita tiap episodenya cukup menarik dan cukup berkesan, kok!. Kasus-kasus yang dihadapi oleh kelima mahasiswa forensik tersebut juga kadang berhubungan dengan kehidupan mereka masing-masing. SPOILER, nih! Bayangkan, gimana perasaan kita kalo di posisi Ryousuke yang harus mengotopsi sahabat sendiri? Atau saat kita di posisi Aki yang mengotopsi mayat yang mengalami luka yang sama persis yang dialami ibunya. Tapi yang paling bikin berkesan dan sedih adalah episode dimana seorang kakek nggak rela mayat istrinya diotopsi. Tapi abis episode itu malah ceritanya kurang menarik lagi menurutku.

Dan seperti ciri khas dorama pada umumnya, para karakter di dorama ini juga mendapat banyak pelajaran berharga ketika bergelut dalam dunia forensik, yang akhirnya mengubah hidup mereka ke arah yang lebih baik. Karakter sentral Daiki menjadi karakter yang paling mudah diingat karena trademark kata-katanya di setiap episode yang bilang, “Doushite?”. Dengan intuisinya yang tajam dan rasa penasarannya yang kuat, Daiki selalu mencari tau pesan ”suara” apa yang sebenarnya ingin disampaikan oleh para mayat yang diotopsi tersebut. Eita, sih udah nggak usah diragukan lagi, tampang dan kelakuannya udah Daiki banget alias memang cuma seorang Eita-lah yang cocok memerankan karakter Daiki ini. Eita memang serba bisa berperan jadi apapun. Eh, rambut Eita di sini mirip kayak perpaduan rambut Goku dan Astro Boy, loh.. hihihi...

Nah, hubungan antara Daiki dan Aki malah jadi penyegar di dorama yang ceritanya agak monoton ini, soalnya mereka sama-sama keras kepala dan ngotot dengan pendapat masing-masing. Gaya Daiki kalo udah di dekat Aki (kalo lagi nggak ngotot-ngototan) pasti deh, mupeng abis. Tapi nggak usah berharap bakalan ada romance, deh, secara ini dorama genrenya bukan romance. Tapi aku lebih suka romance-romance terselubung kayak gini, bikin penasaran yang nonton, hehehe.. Satomi, sih as annoying as ever! Ya, bawaan karakternya selalu gitu. Jadi ingat pertama kali nonton doramanya Water Boys 2 yang karakternya mirip-mirip Aki. Tapi chemistry-nya dengan Eita di sini cukup bagus.

Ikuta Toma
kali ini aktingnya cukup bagus setelah sebelumnya di Hanazakari no Kimitachi e aktingnya keren abis. Dia bisa menghilangkan karakter Nakatsu yang udah melekat itu dan menjelma menjadi sosok Ryousuke yang masih ragu dengan tujuan hidup. Apalagi pilihannya masuk forensik ditentang abis-abisan oleh sang ayah. Lalu Teppei yang memang tipikal karakter yang selalu jadi ’korban’ di dorama atau film lantaran sifat lugu dan baik hatinya. Hanei-lah yang sering menyiksanya. Endo Yuya memang wajahnya cocok untuk jadi karakter yang teraniaya. Sedangkan Hanei adalah tipe karakter yang juga pasti ada di dorama atau film; tipe berandalan yang tobat. Mantan genk motor ini jago masak dan rumahnya yang notabene adalah tempat makan, sering dijadiin base camp ngumpul Daiki and the gang. Sato Yuki yang memang wajahnya agak sangar ini, udah cocok banget jadi Hanei.

Nah, kalo udah ngumpul di tempat Hanei, pastilah ibu Hanei yang agak cerewet dan serba ingin tahu, ikutan nimbrung juga. Hamada Mari yang jadi ibunya Hanei tersebut, cocok banget kan? Aktris yang satu ini memang spesialis peran-peran kayak gitu, sih..hihi.. Selain itu, ada juga karakter lainnya yang selalu muncul di tiap episode, seperti dosen forensik Sagawa Fumihiko (Tokito Saburo); asistennya, Natsuigawa Reiko (Yada Akiko); dosen lab yang suka dengerin musik, Kaburagi Makoto (Izumiya Shigeru), ayah Ryousuke, Ishimatsu Takayuki (Nadaka Tatsuo), suster sekaligus partner yang kayaknya naksir Ryousuke, Horii Natsumi (Sato Rika) dan detektif Owada Satoshi (Yamazaki Shigenori).

Jadi, buat yang penasaran sama dunia forensik atau bosan sama dorama medical yang biasanya menangani pasien yang masih hidup, bisa cobain Voice yang menguak misteri kematian-kematian tak wajar sekaligus menemukan makna “suara” dari sebuah kematian seseorang.







***

Details

  • Title: ヴォイス
  • Title (English): Voice
  • Tagline: 命なき者の声
  • Tagline (romaji): Inochi Naki Mono no Koe
  • Format: Renzoku
  • Genre: Medical, mystery
  • Episodes: 11
  • Viewership rating: 14.5 (Kanto)
  • Broadcast network: Fuji TV
  • Broadcast period: 2009-Jan-12 to 2009-Mar-23
  • Air time: Monday 21:00
  • Theme song: Setsuna by GReeeeN
Cast

Ishimatsu General Hospital

Others

 
Episode Titles
  • Ep. 01: Medicine to Save Lost Lives
  • Ep. 02: Man Carrying Eggs Electrocuted
  • Ep. 03: The Cause of Mother's Death Fifteen Years Ago
  • Ep. 04: My Best Friend on the Autopsy Table
  • Ep. 05: Unseen Scoop Photograph
  • Ep. 06: Anticipated Inpatient
  • Ep. 07: Life-Threatening Special Time Sale
  • Ep. 08: The Flame That Cannot Be Erased
  • Ep. 09: The Death of A Man Who Understood The Rain 
  • Ep. 10: The Last Biggest Match
  • Ep. 11: Time of Parting, Our Tomorrow 
***Source: DramaWiki & AsianWiki












Sunday, November 17, 2013

Erai Tokoro ni Totsuide Shimatta! (2007)


Erai Tokoro ni Totsuide Shimatta! (2007)











Makimura Kimiko (Nakama Yukie), seorang wanita modern dan jurnalis lepas yang menikah dengan Yamamoto Isoujiro (Tanihara Shosuke), seorang pria tulus, baik hati dan naif. Kimiko sama sekali belum mengenal keluarga Isoujiro secara dekat. Hingga suatu ketika akan diadakan resepsi adat pernikahan mereka di kampung halaman Isoujiro, Kimiko kaget karena bayangan ‘keluarga biasa’ yang digambarkan Isoujiro sangat berbeda dengan bayangan Kimiko. Keluarga Yamamoto tersebut ternyata keluarga terpandang dan dihormati di kampung tersebut dengan tetap memegang teguh adat istiadat dan tradisi serta aturan-aturan tertulis maupun tidak tertulis yang wajib dilaksanakan oleh seluruh anggota keluarga. Belum lagi hilang rasa kaget Kimiko, dia harus berurusan dengan ibu mertuanya yang terlalu positive thinking dan menganggap Kimiko sebagai sosok menantu ideal. Oleh sebab itu Kimiko harus mengikuti semua adat istiadat tradisi keluarga (shikitari) yang sangat menyiksa fisik dan batinnya.

Erai tokoro ni totsunaide shimatta jika diterjemahkan ke dalam bahasa Inggrisnya artinya menjadi "I’ve been married to hell". Wow! Sekilas bayanganku kayaknya bercerita tentang penyiksaan mertua ke menantunya. Ada benarnya, sih tapi nggak kayak cerita shitnetron yang sampe disiksa secara fisik berlebihan seperti dicaci atau dipukul. No, not like that! Penyiksaan di sini adalah penyiksaan untuk menjalankan tradisi adat istiadat sebuah keluarga, dimana sosok Kimiko yang modern abis itu pasti sulit banget harus mengikuti semua tradisi adat istiadat ‘aneh’ yang berlaku di keluarga suaminya, seperti pengantin baru wajib memberi salam kepada seluruh tetangga di kampung (nggak sanggup deh aku!!), menyiapkan jamuan makan dengan pertunjukan tari adat, harus pandai membuat ikebana, acara pengusiran roh jahat, dan lain sebagainya. Jelas, siksaan berat buat Kimiko. Aku aja mungkin nggak bakal tahan juga kalo kayak gitu. Yang tambah bikin sebal adalah sifat suaminya Isoujiro yang berubah 180 derajat dengan yang dikenalnya selama ini. Isoujiro yang ceroboh dan sembarangan orangnya, berubah menjadi lelaki santun nan terhormat, bahkan selalu bilang ”Boku ni makasete kudasai" (serahkan semua [pekerjaan]nya padaku) padahal ujung-ujungnya Kimiko juga yang ngerjain. Belum lagi dengan kebohongan yang diciptakan Isoujirou tentang sosok Kimiko yang pandai masak, mengurus pekerjaan rumah tangga dan mahir dalam keterampiran-keterampilan wanita tradisional Jepang lainnya, membuat misunderstanding hubungannya dengan sang ibu mertua.

Ibu mertuanya ini memang nggak pernah marah, tapi yang disuruhnya cukup bikin annoying Kimiko. Kayaknya aku juga pasti bakal mikir yang sama, deh kalo digituin!. Tujuannya, sih baik supaya Kimiko menjadi sosok menantu ideal keluarga Yamamoto. Tapi tradisi yang aneh-aneh gitu, ya pasti jadi bebanlah buat orang yang pikirannya udah modern kayak Kimiko. Makanya dia berjanji nggak mau balik lagi ke rumah mertuanya itu. Eh.. ujung-ujungnya ada aja cara yang dilakukan Isoujiro supaya mereka balik lagi ke rumah orang tuanya. Yah.. sampe 9 episode ceritanya yang seputar hubungan salah paham antara Kimiko dan mertuanya serta ipar-iparnya aja. Bosan? Iya, sih! Tapi berhubung nontonnya nggak make mikir dan memang ku khususkan jadi teman dikala sedang makan aja, jadinya aku enjoy aja nontonnya. Kadang ketawa-ketiwi juga liat kesalahpahaman mertua-menantu ini. Dengan episode yang nggak sampe sepuluh, dorama ini menampilkan cerita yang lumayan bagus tentang pernikahan, keluarga, tradisi dan adat istiadat dengan sajian ringan penuh komedi. Walaupun begitu, banyak pesan moral yang bisa dipetik di tiap episodenya.

Wajah para pemainnya cukup familiar buatku. Tapi, Nakama Yukie, kok aktingnya masih mirip-mirip di Gokusen, ya? Apa perasaanku aja?! Mungkin karena image Yankumi itu udah melekat erat pada dirinya jadi kalo dia dapat karakter yang hampir sama, aktingnya pun jadi keliatan sama juga. Tanihara Shosuke yang awalnya aku kenal lewat Love Shuffle, karakternya beda banget dengan di Love Shuffle. Tapi aku lebih suka akting bloonnya di sini, LOL.. Wajah oon Isoujiro itu, loh.. nggak kuat liatnya #ngakak. Kalo nggak salah, Nakama Yukie dan Tanihara Shosuke pernah main bareng juga di Gokusen 2. Yang keren di sini adalah aktingnya Matsuzaka Keiko sebagai ibu mertua yang perfect. Cara bersikap dan berbicaranya benar-benar mencerminkan sosok seorang wanita tulen sejati. Pertama liat aktingnya Keiko di Madonna Verde yang sampe sekarang belum ku tuntaskan nontonnya. Oba-san satu ini masih cantik aja di usia senjanya. Satu lagi yang menarik perhatian adalah karakter kakak ipar Kimiko, Yumi, yang jutek abis yang diperankan oleh Hamada Mari. Aktris yang satu ini memang spesialis dapat peran-peran sejenis, deh, yaitu jutek, cerewet bin annoying kayak karakternya di Shotenin Michiru no Mi no Uebanashi. Faktor tampang juga kalee, ya?!

Untuk sekedar menjadi teman menonton di kala makan atau ketika lagi suntuk, dorama ringan ini mungkin bisa jadi pilihan. Yah, sekalian belajar untuk menghadapi kejadian-kejadian tak terduga kelak ketika udah berumah tangga. Semoga aja, sih nggak ngalamin hal-hal buruk seperti Kimiko!!. Tapi, satu pelajaran yang ku dapat setelah menonton dorama ini adalah bahwa pernikahan itu memang tidak hanya melibatkan dua orang saja, tapi juga seluruh keluarga.  















***
Details
  • Title: エラいところに嫁いでしまった!
  • Title (romaji): Erai Tokoro ni Totsuide Shimatta!
  • Also known as: I've Been Married To Hell! / Oh! My Mother in Law!
  • Format: Renzoku
  • Genre: Comedy
  • Episodes: 9
  • Viewership ratings: 12.67
  • Broadcast network: TV Asahi
  • Broadcast period: 2007-Jan-11 to 2007-Mar-08
  • Air time: Thursday 21:00
  • Theme song: Yanawarabaa - Haikei, ( )( )-san aka Haikei, maru-maru-san, やなわらばー -『拝啓○○さん』
Cast

***Source: DramaWiki